Kota  Pangkalpinang merupakan salah satu daerah otonomi yang letaknya di Pulau Bangka. Daerah ini berada pada garis 106° 4´ sampai dengan 106° 7´ Bujur Timur dan garis 2° 4´ sampai dengan 2° 10° Lintang Selatan dengan luas daerah seluruhnya 118,40 KM² (berdasarkan PP No.79 Tahun 2007). Daerah ini terletak pada bagian timur Pulau Bangka dengan batas-batas sebagai berikut:

-          Disebelah Utara berbatasan dengan Desa Pagarawan, Kabupaten Bangka.

-          Di sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Dul, Kecamatan pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah .

-          Di sebelah Timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan, dan

-          Di sebekah Barat berbatasan dengan Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Kota Pangkalpinang merupakan daerah yang strategis ditinjau dari sudut geografisnya,  dalam kaitannya dengan pembangunan nasional dan pembangunan daerah di propinsi baru. Hal ini dikarenakan Kota Pangkalpinang sebagai ibukota propinsi mempunyai fungsi sebagai pusat pengembangan pembangunan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang meliputi:

 

GEOGRAFIS & IKLIM

1. Pusat pemerintah dan pumukiman penduduk.

2. Pusat perdagangan dan industry.

3. Pusat pelayanan sosial (pendidikan dan kesehatan) serta distribusi barang dan jasa.

4. Pusat administrasi penambangan timah.

5. Pusat lembaga keuangan.

Sebagai pusat pengembangan wilayah Bangka Belitung dalam perkembangan selama beberapa tahapan pembangunan, Kota Pangkalpinang telah mengalami beberapa kemajuan yang cukup pesat sehingga  untuk mengatasi kebutuhan akan tanah perkotaan, wilayah seluas 31,70 KM²  telah dikembangkan menjadi 89,40 KM². Dan pada akhir tahun 2007 telah berkembang menjadi 118,4 KM². Wilayah yang dulu hanya 4 (empat) kecamatan seiring otonomi daerah, pada tahun 2000 telah berkembang menjadi 5 (lima) kecamatan sehingga secara keseluruhan bagian dari wilayah kota Pangkalpinang terdiri dari 35 kelurahan. Dan pada akhir 2007  bertambah 1 daerah lagi yang bergabung dengan Kota Pangkalpinang hingga Juni 2008 statusnya masih desa (kelurahan persiapan) yaitu Desa Selindung.

1.2 Keadaan Alam

a. Iklim

Iklim daerah Kota Pangkalpinang tergolong tropis basah type A dengan rata-rata curah hujan 155,4 mm per bulan selama tahun 2009, dengan jumlah hari hujan rata-rata 17 hari setiap bulannya dimana bulan terkering jatuh pada bulan Juli.

b. Topografi

Kondisi  topografi wilayah Kota Pangkalpinang pada umumnya bergelombang dan berbukit dengan ketinggian 20-50 m dari permukaan laut, dan kemiringan 0-25 %. Secara morfologi daerahnya berbentuk cekung dimana bagian pusat kota berada di daerah rendah.

Daerah-daerah yang berbukit mengelompok di bagian Barat dan Selatan Kota Pangkalpinang. Beberapa bukit yang utama adalah Bukit Girimaya dan Bukit Menara.

Berdasarkan luas wilayah Kota Pangkalpinang dapat dirinci penggunaan tanahnya; lahan untuk sawah tidak ada  di Kota Pangkalpinang karena tidak terdapat area persawahan di Kota Pangkalpinang. Lahan kering (pekarangan, kebun,ladang,padang rumput,hutan,lahan sementara yang tidak diusahakan) luasnya mencapai 9,746 hektar, selanjutnya lahan lainnya (rawa-rawa tidak ditanami,tambak dan kolom) luasnya mencapai 2,049 hektar.

c. Keadaan Tanah dan Geologi Umum

Tanah di daerah Kota Pangkalpinang mempunyai pH rata-rata di bawah 5, dengan jenis tanah Podzolik Merah kuning, Regosol, Gleisol dan Organosol, yang merupakan pelapukan dari batuan induk. Sedangkan pada sebagian kecil  daerah rawa jenis tanahnya asosiasi Alluvial Hydromorf dan Glayhumus serta Regosol Kelabu Muda yang berasal dari endapan pasir dan tanah liat. Keadaan tanah yang demikian kurang cocok untuk ditanami padi, tetapi masih memungkinkan untuk ditanami Palawija. Pada daerah pinggiran, yaitu Kelurahan Tua Tunu Kec. Gerunggang dan Kelurahan Air Itam Kec. Bukit Intan cukup potensial menghasilkan lada dan karet.

d. Hidrologi

Di wilayah Kota Pangkalpinang terdapat beberapa sungai, pada umumnya sungai-sungai kecil yang ada diwilayah ini bermuaran ke sungai Rangkui. Di samping sungai Rangkui terdapat juga sungai Pedindang di bagian Selatan, di mana kedua sungai berfungsi sebagai saluran utama pembungan air hujan kota yang mengalir ke Sungai Baturusa dan berakhir di Laut Cina Selatan. Sungai-sungai ini selain berfungsi sebagai prasarana transportasi sungai dari pasar ke sungai Baturusa dan terus ke laut.

e. Flora dan Fauna

Di dalam wilayah Kota Pangkalpinang jenis tanaman yang dominan adalah Lada,Karet dan Kelapa yang terdapat di sepanjang Utara-Timur, di tepian Laut Cina Selatan. Juga tanaman Sagu Rumbia terdapat dibeberapa tempat. Khusus untuk Lada, Kelapa dan Karet perlu adanya pembudiyaan, dan pengolahan hasil tanamannya, sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal dan perlu adanya pengolahan hasil tanaman. Di beberapa tempat sekitar Pantai Timur ada hasil pertanian berupa nanas,pisang,durian dan duku walaupun tidak banyak.Untuk hutan, di bagian wilayah kearah Kel. Air Duren, di sekitar Kel. Tua Tunu masih tersisa hutan karet dan lada. Selain itu ada beberapa perkebunan lada dan kelapa di daerah pesisir Pantai Pasir Padi.

About these ads