100 Pikiran yang mencerahkan dan memperkaya hidup

Tag

, , , , , , ,

Bagaimana pikiran bisa mencerahkan dan memperkaya hidup kita ?

Penerbit : Simbiosa rekatama media
Harga : 75.000 ( Free Ongkir )
Terbitan : Juli 2010
Penulis : EDI SUSANTO

Ingin dikejar kekayaan ?

Kekayaan bukan merupakan tujuan, melainkan kendaraan untuk mengantarkan manusia kepada Tuhan. Kekayaan bisa memuliakan hidup jika dimilikin oleh orang yang tercerahkan atau bisa menghinakan jika dimiliki oleh orang yang belum tercerahkan.

Sebuah pengumpamaan dunia : Uang, Jabatan dan popularitas adalah BAYANGAN yang jika dikejar akan lari. Kualitas pribadi anda adalah BENDA.Memberikan manfaat dan memuliakan kehidupan orang lain adalah berkas cahaya. Sumber cahaya-nya adalah TUHAN. Dekatkan Benda ke sumber Cahaya melalui berkas cahaya.Niscaya Bayangan akan mengikuti benda.

Dekatkan pribadi anda

dengan berkualitas kepada TUHAN dengan memberikan manfaat dan memuliakan orang lain, maka uang, jabatan dan popularitas akan mengikuti anda dengan sendirinya. Inilah hukum Alam yang sudah PASTI kebenarannya.Inilah RAHASIA AGAR DIKEJAR UANG, JABATAN dan POPULARITAS.

Realitas yang ada adalah sebagian besar orang

menghabiskan hidupnya untuk mencari uang. Antara yang dicari dan yang mencari, siapa yang lebih berharga? Sahabat yang powerful, Izinkan EDI SUSANTO untuk mengingatkan anda, jangan rendahkan keberhasilan anda dengan mencari uang. Hiasi hidup anda dengan memberikan manfaat lebih dan memuliakan kehidupan lebih banyak orang, maka uang akan mencari anda.

Melalui buku ini, mari bersama-sama kita pahami, selami dan jalani hidup dengan menghidupkan pikiran-pikiran yang mampu untuk mencerahkan dan memperkaya hidup.
Selamat membaca sahabatku yang powerful.

Pemesanan Hubungi Langsung sebelum kehabisan karena stok terbatas dan dapat tandatangan penulis langsung , hubungi :

EDI SUSANTO  : 0813.2633.4963

Iklan

Pengukuhan Guru Besar kolega FASILKOM UNSRI

Tag

, , , , , , , , ,

Prof. Dr. Saparudin Masyarif Dikukuhkan sebagai Guru Besar pada bidang Informatika Universitas Sriwijaya.

babelnews Plb 20/10/17

Selamat kepada Prof. Dr. Saparudin Masyarif atas pengukuhan Guru Besar pada bidang Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya. Semoga dapat membawa kebaikan bagi umat dan Universitas Sriwijaya.

Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) berdiri sejak tahun 2003 dan beliau adalah professor kedua setelah Prof. Dr. Ir. Siti Nurmaini di FASILKOM.

Semoga kedepan lebih banyak lagi professor bidang Ilmu Komputer dan ICT lahir dari fakultas ini untuk mengembangkan keilmuan dan riset dibidangnya.

H. Saparudin Masyarif yang akrab disapa Udin resmi sandang gelar Profesor pada 1 Oktober 2017 yang kemudian dikukuhkan hari ini (17 November 2018) bertempat di Graha sriwijaya Universitas Sriwijaya, Palembang.

Semoga Keilmuan yang diperoleh dapat diterapkan guna mengangkat nilai jual Pangkalpinang kedepan.

1 NIK Hanya Bisa Registrasi Ulang 3 SIM Card

ra

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, setiap pengguna hanya dapat meregistrasi atau mendaftarkan ulang maksimal tiga nomor HP dengan operator selular yang sama atau berbeda, dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Rudiantara mengatakan aturan ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kominfo Nomor 21 Tahun 2017. Saat ini, pengguna real operator selular diperkirakan tidak lebih dari 200 juta.

“Ada yang mereka pakai simcard disimpan kalau mau beli promo habis, beli lagi. Kalau ada 300 juta dan real hanya 175 juta, jadi rata-rata orang punya dua simcard, kita toleransi,” kata Rudiantara saat car free day di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (5/11/2017).

Kendati, kata Rudiantara, pihaknya tidak melarang pengguna yang ingin memiliki lebih dari tiga operator selular yang sama atau berbeda. Namun, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 21 Tahun 2017, pengguna harus mendatangi langsung gerai layanan operator seluler.

“Mungkin buat bisnis bagus-bagus asja, tapi untuk verifikasinya dapat dilakukan digerai untuk nomor keempat dan seterusnya,” ujar dia.

Rudiantara menyebutkan, untuk kerahasiaan data oleh operator sudah diatur juga di Undang-Undang Telekomunikasi. Sehingga, apabila terdapat pelanggaran akan ada sanksi tegas.

“Berdasarkan Peraturan Menteri tentang pribadi, kalau terjadi katakanlah pelanggaran, itu sanksi administrasi bisa sampai dicabut izinnya,” Rudiantara menandaskan.

Pada kesempatan yang sama, Rudiantara mengingatkan kepada masyarakat agar segera mendaftar ulang kartu selular prabayar, yang menurutnya tidak sampai memakan waktu satu menit.

Sumber : Liputan 6.com

Inti Penggunaan Medsos adalah Pengendalian Diri

Tag

, , , , ,

kalangan muda untuk bijak dalam menggunakan media sosial

Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy mengajak kalangan muda untuk bijak dalam menggunakan media sosial, agar tidak timbul dampak negatif dalam penggunaannya.

“Inti penggunaan media sosial adalah pengendalian diri, agar tidak menimbulkan efek negatif seperti kecanduan, kejahatan siber, buang waktu dan mengganggu konsentrasi,” kata Romahurmuziy (Romi) saat mengisi pelatihan Medsos yang diadakan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di Purbalingga.

Dia mengatakan dalam medsos merupakan media paling demokratis, karena dalam sistem demokrasi Indonesia, tiap orang bisa mengekspresikan diri suka atau tidak terhadap orang lain. Karena itu dia menilai demokrasi langsung yang berjalan tidak sekejam medsos yang tidak perlu memperkenalkan diri dan banyak akun anonim sehingga penggunaannya tidak bertanggung jawab.

“Dalam demokrasi langsung ketika seorang berhadapan, akan ada sopan sangun namun di medsos tidak memiliki itu karena sifatnya anonim sehingga tidak perlu memperkenalkan diri,” ujarnya.

Dia menilai penggunaan medsos secara bijak bisa menghindari gugatan karena diduga melakukan pencemaran nama baik dan menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Anggota Komisi XI DPR itu menilai Pilkada DKI Jakarta 2017 membuat orang semakin terbuka terkait SARA, khususnya diungkapkan dalam medsos. Menurut dia hal itu sebenarnya sudah diantisipasi DPR dengan membuat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) namun di medsos imajinasi tidak bisa dibatasi.

“Dalam demokrasi langsung masih bisa ‘mendikte’ selera orang dengan mengusung calon tertentu. Namun di medsos merupakan pertarungan bebas dan imajinasi tidak bisa dibatasi,” tuturnya.

Romi menilai penggunaan medsos oleh kalangan NU belum cukup massif dilakukan sehingga diharapkan IPNU dan IPPNU menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi tentang NU di medsos. Dia mengingatkan sisi positif medsos harus dihadirkan di tengah masyarakat seperti membangun jaringan, komunikasi, memberikan informasi dan bisnis.

Kontributor : Dody Iskandar SH

Sumber : Media Online.

Jalan Tol Pertama di Sumatera Selatan Resmi Beroperasi

Palembang , 13 Oktober 2017

Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol pertama yang ada di Sumatra Selatan, pada Kamis, 12 Oktober 2017. Jalan tol pertama tersebut adalah jalan tol Palembang-Indralaya Seksi I yang menghubungkan Palembang-Pamulutan sepanjang 7,8 kilometer.

sa

“Ini jalan tol pertama yang ada di Sumatera Selatan,” ucap Presiden.

Menyambut pencapaian tersebut, Presiden pun membebaskan biaya penggunaan tol kepada masyarakat hingga akhir tahun 2017 mendatang.

“Saya minta meskipun ini jalan tol bayar, bisa dilihat dan dinikmati masyarakat awal-awal sampai akhir tahun. Jangan dipungut (biaya) dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa dirinya sudah mendatangi proyek tol tersebut hingga empat kali. Hal ini dikarenakan proses pembangunan jalan tol tersebut yang membutuhkan perlakuan khusus.

“Kenapa tol ini saya datang? Ini sudah empat kali karena di sini konstruksinya khusus, biayanya dibanding dengan tol yang lain hampir 1,5 kali lipat karena harus menguruk 7 meter,” tutur Presiden.

Apalagi medan yang dihadapi para pekerja konstruksi dalam membangun jalan tol tersebut sangatlah sulit. Sehingga Presiden ingin melihat dan merasakan langsung kondisi pembangunan di lapangan.

“Mengeruk tujuh meter, menyedot air karena ini rawa-rawa, tapi konstruksi ini sudah selesai. Saya mau melihat fisik jadinya seperti apa? Seperti fisik tol yang lain, (tapi) saya kira lebih bagus,” ungkap Presiden.

Selain itu, kehadiran Presiden juga diyakini dapat memberikan semangat dan motivasi agar pembangunan jalan tol tersebut selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Bahkan sejumlah persoalan yang dihadapi dalam proyek pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terselesaikan setelah Kepala Negara turun langsung ke lapangan.
“Saya ingin setiap persoalan kita cepat selesai di lapangan,” ujar Presiden.

Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda adalah salah satu contoh di mana ada dua masalah yang belum terselesaikan, yakni jalan tol tersebut harus menembus hutan konservasi dan melalui lahan yang dimiliki Kodam.

“Dua-duanya tidak berani dibebaskan (lahan). Saya langsung telepon Kodam agar diselesaikan. Satu dua hari rampung,” ucap Presiden.

Menurutnya, persoalan-persoalan seperti itu tidak bisa diselesaikan jika Presiden tidak turun langsung melihat kondisi di lapangan. Oleh sebab itu, ia pun tak segan untuk selalu mengawasi langsung jalannya proyek infrastruktur di seluruh Tanah Air.

“Tidak bisa diselesaikan kalau kita tidak memberi perintah,” ucap Presiden.

Usai meresmikan jalan tol tersebut, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin meninjau jalan tol tersebut dengan berjalan kaki.

Sumber : Portal Presiden RI

Pencanangan Program Peremajaan Sawit

Palembang, 13 Oktober 2017

Presiden Joko Widodo pada Jumat, 13 Oktober 2017, menghadiri Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit dan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Program peremajaan ini dilakukan mengingat produktivitas kelapa sawit di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal berdasarkan potensi yang dimiliki, Indonesia seharusnya dapat memproduksi sawit hingga delapan ton per hektar dalam satu tahun.

“Di Musi Banyuasin akan diremajakan 4.400 hektar kebun sawit yang sudah tua. Biayanya ditanggung oleh pemerintah. Bibitnya diberi, bibit untuk benih jagung, palawija juga diberi,” kata Kepala Negara.

Selain itu, lahan kebun kelapa sawit yang masuk dalam kawasan hutan akan dikeluarkan dari kawasan hutan. Bahkan, sertifikat untuk kebun kelapa sawit milik rakyat pun sudah disiapkan pemerintah.

“Sudah saya perintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk diberikan sertifikat tapi khusus untuk kebun kelapa sawit milik rakyat,” tutur Presiden.

Pemerintah juga akan melakukan peremajaan kebun kelapa sawit yang terfokus di setiap daerah di Tanah Air. Mulai dari Sumatra Selatan, kemudian dilanjutkan provinsi lain di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Jambi, dan Riau.

“Tahun ini kita akan konsentrasi di Sumatera, tahun depan Kalimantan. Kita ingin kerja fokus biar gampang dicek dan dikontrol,” ujar Presiden.

Presiden pun berjanji akan kembali ke Musi Banyuasin pada awal tahun 2019 mendatang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dan mengetahui perkembangan kebun sawit.

“Hari ini sudah mulai replanting, awal 2019 akan saya cek kembali. Kerja dengan saya pasti dicek, enak saja tidak dicek,” ucap Presiden.

Menurut Presiden, peremajaan tanaman kelapa sawit sangat penting dilakukan. Mengingat kondisi pertanaman kelapa sawit khususnya milik rakyat yang sudah tua dan rusak menjadi faktor utama rendahnya produktivitas kelapa sawit di Indonesia. Selain itu, sejumlah petani di Tanah Air juga belum menggunakan benih unggul.

“Ini bibit nanti kalau sudah gede bisa produksinya 8 ton per hektar, biasanya pohon (umur) 20 tahun hanya 2 ton (per hektar) berarti empat kali lipat,” kata Presiden.

Namun Presiden mengingatkan bahwa tanaman juga seperti mahluk hidup lainnya yang memerlukan pemeliharaan dan perawatan. Ia pun yakin, jika dipelihara dengan baik maka produktivitas sawit tanah air pun akan meningkat.

“Kalau swasta bisa (8 ton per hektar), petani, pekebun juga harus bisa,” tuturnya.

Tak hanya kelapa sawit, Presiden juga berkomitmen akan melanjutkan peremajaan pada komoditas lainnya, seperti karet, kopi, kakao, dan pala.

“Lebih dari 15 tahun enggak pernah dikerjakan. Masak kalah dengan Vietnam urusan pala, kopi kalah dengan Brasil dan Kolumbia. Kita kalah karena dibiarkan, tidak pernah diremajakan,” ucap Presiden.

Namun, Pemerintah tidak ingin terburu-buru. Presiden dan jajarannya akan melakukan identifikasi terlebih dahulu untuk melihat komoditas yang ada di setiap daerah.

“Baru bisa mulai tahun depan kita. Tahun ini baru bisa mengidentifikasi apa saja yang diperlukan misalnya kopi mungkin petani ada yang menyampaikan di sekitar Sinabung itu bagus dan butuh peremajaan lalu kita lihat,” ujar Presiden.

Setelah memberikan sambutan, Presiden didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menuju lokasi penanaman Pohon Kelapa Sawit.

Sumber : Portal Presiden RI

Peningkatan mutu SDM di seluruh anak perusahaan Sintesa Group

Tag

, , , ,

PENINGKATAN DAN PENGUATAN SDM MELALUI NILAI – NILAI PERUSAHAAN

Palembang, 13 Oktober 2017

Sebagai salah satu perusahaan besar yang mulai dirintis sejak tahun 1919 kembali mengadakan training untuk meningkatkan kesadaran para karyawannya akan pentingnya nilai nilai perusahaan yang dapat diaplikasikan dalam dunia kerja di masing masing bagian pada semua level karyawan.

Dengan mengusung nilai 4E Sintesa menegaskan bahwa nilai perusahaan terdiri dari Empathy, Excellence, Empowerment dan Entreprenuership dengan jelas apabila semua itu dilakukan akan saling menguatkan antara induk perusahaan dan anak perusahaan sehingga tujuan akhir perusahaan akan mudah dicapai dengan kebersamaan dan persamaan visi semua level karyawan yang ada di seluruh anak perusahaan Sintesa.

Sintesa memiliki 4 bidang besar dalam bisnisnya diantaranya bidang property, consumer good, industrial product, energy yang kesemuanya tersebar di Indonesia untuk lebih mendekatkan diri pada masyarakat.

Sebagai salah satu tempat acara yaitu di Palembang tepatnya di PT Tiraaustenite Cabang Palembang diadakan juga acara training tersebut, adapun fasilitator yang hadir mewakili Sintesa adalah Bpk. Alyon Roni Yusuf .


Acara dimulai dari pagi sampai sore tersebut sangat menarik sehingga karyawan diingatkan kembali benang merahnya nilai nilai perusahaan yang terkadang setiap pekerjaan mereka telah melakukan nilai yang ada diperusahaan tetapi tidak menyadarinya.

Dengan diadakannya training tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali semangat serta motivasi karyawan dan dapat menjadikan Sintesa sebagai rumah kedua bagi mereka.

Kontributor : Dody Iskandar SH

Mencairkan Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan 2017 sangat mudah dan gampang.

Tag

, , , , , ,

Bagaimana cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan ?

Sebagai salah satu solusi mempersiapkan masa depan para pekerja Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT) atau yang dulu dikenal sebagai Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) memang terus dituntut untuk semakin profesional dan semakin baik.

Tidak hanya berupa layanan, beberapa hal terkait bentuk kebijakan juga sangat dinanti untuk terus memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan untuk para peserta BPJS TK pada khususnya.  Bila Anda merupakan salah satu peserta anggota BPJS TK, maka Anda dituntut untuk selalu update atau terus memperbarui informasi.
Mengapa demikian? Ini karena saat ini BPJS TK telah melakukan beberapa perubahan kebijakan yang tentunya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan pata pekerja Indonesia.

Salah satu kebijakan terbaru yang muncul dan seharusnya diketahui oleh seluruh peserta BPJS TK adalah saldo JHT (Jaminan Hari Tua) yang sudah bisa diambil 100% tanpa harus menunggu masa kepesertaan hingga 10 tahun, atau ketika sudah berumur 56 tahun, seperti yang tertera pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 tahun 2015. Ini karena dengan munculnya Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2015 yang berlaku mulai tanggal 1 September 2015, maka ada beberapa perubahan terkait pengambilan saldo JHT dari 10%, 30%, hingga 100%.

Selain itu beberapa informasi terkait klaim JHT ini memang harus Anda ketahui dan pahami agar Anda tidak binggung lagi dan lebih lancar dalam proses pengurusan BPJS TK Anda. Inilah beberapa informasi terkait JHT yang perlu Anda ketahui dan pahami tersebut.

  1. Cara mencairkan atau Klaim BPJS Ketenagakerjaan, jamsostek, JHT 10% dan 30% Terbaru

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa untuk cara klaim saldo JHT 10% dan 30% saat ini sudah sudah mengalami perubahan. Dengan adanya peraturan Pemerintah no 60 tahun 2015 yang berlaku mulai 1 September 2015 kemarin memang membuat tata cara mencairkan uang JHT sebesar 10% dan 30% menjadi berubah.

Jika sebelumnya pencairan saldo JHT sebesar 10% dan 30% ini berlaku untuk seluruh peserta BPJS TK, dengan syarat sudah menjadi peserta BPJS TK mencapai 10 tahun.

Namun sekarang klaim JHT 10% dan 30% ini hanya berlaku bagi peserta yang masih aktif bekerja di perusahaan, dengan syarat usia kepesertaannya yang masih sama, yaitu minimal 10 tahun. Dan pencairannya sendiri tidak boleh dipilih seluruhnya atau dalam arti lain hanya boleh dipilih salah satu, yang 10% untuk persiapan pensiun, atau yang 30% untuk biaya perumahan.

Persyaratan KlaimBPJS ketenagakerjaan Jamsostek, JHT 10% dan 30% Terbaru

Dan satu hal lagi yang perlu dipahami oleh para peserta BPJS TK dari adanya peraturan baru itu adalah ketika peserta sudah mencairkan JHT yang sebesar 10% atau 30%, maka peserta BPJS TK tidak bisa mencairkan JHT secara bertahap lagi. Tahap selanjutnya sendiri setelah pencairan 10% atau 30% adalah pencairan 100% atau klaim JHT secara penuh. Klaim pencairan JHT 100% ini sendiri membutuhkan waktu sebulan sejak peserta yang bersangkutan sudah berhenti bekerja.

Adapun untuk mengklaim atau mencairkan JHT sebesar 10% atau 30% ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu

Sudah menjadi peserta Jamsostek/BPJSKetenagakerjaan selama 10 tahun

  • Masih aktif bekerja di perusahaan.
  • Kelengkapan Dokumen yang Harus Dipenuhi

Persyaratan ini sendiri kemudian harus dilengkapi dengan kelengkapan dokumen yang harus dibawa langsung ke kantor BPJS TK. Dan kelengkapan dalam berkas dan dokumen dalam pengajuan klaim JHT 10% dan 30% itu adalah :

Untuk klaim saldo JHT 10%:

  • Fotocopy kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli.
  • Fotocopy KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku Rekening Tabungan

Untuk klaim saldo JHT 30%:

  • Fotocopy kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli.
  • Fotocopy KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Dokumen Perumahan.
  • Buku Rekening Tabungan

Perberlakukan Pajak Progresif

Jika Anda benar-benar ingin mencairkan JHT sebesar 10% dan 30% maka Anda harus mau tak mau bersiap dengan pemberlakuan pajak progresif yang harus ditanggung. Pajak progresif sendiri dikenakan mulai dari 5% hingga 30%. Rinciannya, jika saldo JHT di bawah Rp50 juta akan dikenakan pajak sebesar 5%.

Dan jika Anda pekerja yang memiliki saldo JHT antara Rp50 juta sampai Rp250 juta maka tarif pajaknya lebih besar yaitu 15%. Kemudian jika saldo JHT Anda antara Rp250 juta sampai Rp500 juta maka pajaknya yaitu sebesar 25%.

Terakhir jika Anda pekerja dengan saldo JHT yang telah mencapai lebih dari setengah milyar, maka tarif pajaknya adalah 30%. Namun bila pekerja tidak pernah mencairkan JHT meski sudah mencapai 10 tahun kepesertaan ini maka berapapun saldo JHT Anda nanti saat akan mencairkannya pajak yang dikenakan hanya sebesar 5%.

Cara Klaim JHT BPJS 100% Terbaru

Kabar gembira pun akhirnya datang untuk Anda peserta BPJS TK yang ingin mencairkan seluruh dana JHT Anda. Ini karena mulai 1 September 2015 siapapun peserta BPJS TK yang ingin mencairkan 100% saldo JHT-nya, maka Anda tak perlu lagi menunggu hingga usia 56 tahun, atau ketika mengalami cacat total tetap, atau ketika sudah meninggal dunia.

Hanya dengan menunggu satu bulan setelah Anda berhenti bekerja, Anda sudah bisa mencairkan 100% saldo JHT Anda. Namun untuk yang masih bekerja, prosedur pencairan uang JHT akan berlaku ketentuan 10% untuk persiapan pensiun, 30% untuk biaya perumahan, dan 100% ketika sudah berumur 56 tahun.

Kelengkapan Dokumen yang Harus Dipenuhi

Bagi Anda yang ingin mencarikan semua saldo JHT, maka Anda harus berhenti bekerja terlebih dahulu, entah karena inisiatif sendiri (resign) atau pun diberhentikan oleh perusahaan (PHK). Namun untuk benar-benar bisa mengambil dana ini, Anda harus melengkapi beberapa dokumen dan berkas-berkas yang dipersyaratkan seperti :

  • Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
  • Paklaring.
  • KTP atau boleh juga SIM.
  • Kartu Keluarga.
  • Buku Tabungan.

Jangan lupa juga untuk memfotocopy dokumen-dokumen tersebut masing-masing satu lembar dan juga menyertakan dokumen yang asli.

Prosedur Pengajuan Pencairan JHT 100%

Untuk mengajukan pencairan Jamsostek atau JHT 100% ini prosedurnya sama seperti sebelumnya yaitu :

  • Mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
  • Mengisi formulir pengajuan klaim JHT,
  • Menandatangani surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun,
  • Ceklis kelengkapan berkas,
  • Panggilan wawancara dan foto.
  • Terakhir transfer seluruh saldo JHT ke nomor rekening bank.

Bijaklah Menyikapi Keinginan Saat Mengajukan Klaim

Inilah beberapa informasi terkait cara mencairkan Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan JHT sebesar 10%, 30%, dan 100%.

Dengan adanya informasi ini mudah-mudahan dapat membuat Anda menjadi lebih bijak dalam menyikapi keinginan ketika ingin melakukan klaim. Namun, sebagai saran, gunakan uang hasil klaim untuk hal yang sifatnya kebutuhan, bukan untuk berfoya-foya. Sebab pada dasarnya, itu adalah uang yang tadinya akan digunakan untuk memberikan perlindungan bagi Anda. Jadi, akan sangat sayang ketika uang itu malah digunakan untuk hal yang sifatnya tidak berguna.

sebelum mendaftar untuk mencairkan sebaiknya lengkapi dulu semua dokumen yang dibutuhkan. seperti yang sudah di sebutkan di atas .

Kontributor : Dody Iskandar SH

H. Maulan Aklil Belum mengambil keputusan untuk Maju di Pilkada 2018

Tag

, , , , , ,

Menjadi peserta pilkada 2018 masih panjang

Relawan molen telah melakukan survey dan mendalami pendapat masyarakat tentang majunya Maulan Aklil dalam pilkada 2018 nanti mulai dari survey di kecamatan dengan metode survey yang bisa mewakili suara masyarakat.

Komunikasi telah dilakukan dengan Maulan Aklil beberapa waktu dan memang beliau mengatakan bahwa untuk menjadi peserta pilkada kali ini masih sangat jauh dan banyak pertimbangan yang harus dipikirkan karena masih menjadi aparatur sipil negara di Sumatera Selatan.

Pada saat pertemuan juga telah diserahkan hasil survey dan data surveynya oleh Rullyansyah atau sering disapa Alle pada Molen sebagai bukti bahwa relawan bergerak dengan dasar ingin mencari sosok yang pantas untuk Pangkalpinang.

Sampai berita ini diturunkan masih belum ada sinyal untuk majunya Molen dalam pilwako tahun 2018 mendatang.

Kontributor : Alle

 

1 Mei Hari Buruh Seluruh Dunia

Tag

, , , , , , , , ,

TOLAK UPAH MURAH DAN OUTSOURCHING BAGI BURUH INDONESIA

Palembang, 1 Mei 2017

Aksi buruh selalu menjadi berita hangat seluruh dunia termasuk di Indonesia dimana sampai saat ini masalah buruh selalu tidak ada ujungnya ini dikarenakan sampai saat ini standar hidup layak belum bisa tercapai. Isu utama setiap tahun yang bisa dianalisa diantaranya :

1. Tolak Upah murah.

Upah murah selalu menjadi perdebatan panjang yang melibatkan bipartit yaitu pengusaha , pemerintah dan buruh karena standar hidup layak di tiap kota akan berbeda sesuai dengan kemampuan daerah tersebut.

Ketiga elemen ini harus duduk bareng dan melakukan diskusi agar semua bisa berjalan dimana pemerintah mengeluarkan aturan, buruh bekerja dengan baik dan pengusaha membayar keringat buruh dengan wajar dan bisa meningkatkan kesejahteraan buruh.

2. Outsourching

kata ini sering dipakai sebagai buruh kontrak dimana akan dipekerjakan oleh pengusaha hanya untuk waktu tertentu biasanya untuk pekerjaan proyek yang tidak jangka panjang. Yang menjadi permasalahan adalah kebutuhan buruh yang jangka panjang yang menyebabkan mereka merasa tidak nyaman dengan sistem kontrak.

Tidak semua buruh masuk dalam Outsourching  karena memang untuk pekerjaan proyek memerlukan sdm yang besar berhubungan dengan waktu pengerjaan yang singkat tetapi untuk buruh yang sudah jadi karyawan biasanya sudah tidak dalam status kontrak karena fungsi pekerjaannya dalam suatu perusahaan.

3. Standar hidup layak

Kata ini saya munculkan karena hidup layak bagi buruh masih jauh dari cukup ini dikarenakan banyak pengusaha hanya menerapkan UMP / UMK /UMR dan dianggap lajang bagi pekerja dimana ketika mereka berkeluarga dan mempunyai anak serta kebutuhan lain akan menjadi minus penghasilannya karena kebutuhan jauh lebih besar dibanding penerimaannya.

Solusi yang bisa dilakukan adalah :

  • regulasi  serta evaluasi perusahaan ketika karyawannya yang awalnya lajang menjadi berkeluarga harus ada pertimbangan untuk penambahan income bagi pekerjanya.
  • menyediakan fasilitas tambahan misalnya dengan softloan bagi karyawannya yang ingin memiliki perumahan / yang ingin memiliki usaha di rumah sehingga secara langsung akan berdampak meningkatnya semangat buruh untuk bekerja
  • Pengusaha bersama dengan pemerintah khususnya bidang ketenaga kerjaan untuk bisa memberikan tambahan pengetahuan secara berkelanjutan bagi buruh dengan demikian mereka akan berusaha pula bekerja lebih baik dan dengan kemampuan yang terus berkembang akan meningkatkan penghasilan juga karena pengusaha melihat hasil yang diraih sesuai dengan keinginan perusahaan.

Selama belum adanya peningkatan dalam upah buruh maka setiap tahun akan selalu terjadi aksi buruh seperti ini dan inipun tidak bisa dihibdari karena sudah diatur juga dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang kebebasan mengeluarkan pendapat baik secara lisan ataupun tulisan.

Kontributor :  Dody Iskandar SH