Tag

, , , , , , , , , , ,

Sail Wakatobi Belitung 2011

Gema Beduk Tandai Pembukaan Sail Wakatobi – Belitong 2011

Sulawesi Tenggara – Berbagai atraksi budaya mengiringi lounching Sail Wakatobi – Belitong 2011, di lapangan Merdeka Kota Wangi-wangi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (16/7/2011). Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan beduk oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI, Agung Laksono bersama Fadel Muhammad Menteri Kelautan dan Perikanan dan diikuti secara bersamaan oleh pejabat daerah terkait.

Wakatobi merupakan singkatan dari pulau-pulau, yakni Pulau Wanci, Kalidupa, Tomia, dan Pulau Binongko. Sejumlah pulau ini menjadi andalan kawasan parawisata di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pasalnya pulau-pulau itu mempunyai keindahan alam pantai dan bawah laut yang memukau.

Selain menunjukan keindahan pesona alam, kegiatan sail ini juga dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menampilkan berbagai adat istiadat yang salah satunya yakni, Kabuenga. Tampak puluhan anak-anak mengenakan pakaian adat Wakatobi diusung menggunakan tandu yang dibuat dari susunan bambu betung. Tak ketinggalan, Fadel Muhammad Menteri Kelautan dan Perikanan RI bersama anaknya, juga ikut diusung menggunakan tandu tersebut.

Setiap tandu setidaknya dapat mengangkat lima anak, lalu tandu-tandu tersebut diarak keliling lapangan sambil diayun-ayun. Sejumlah anak yang masih terbilang belia tampak kegirangan mengikuti ayunan tandu, namun tidak sedikit anak-anak yang terlihat cemas. Atraksi Kabuenga ini biasanya dijadikan ajang bagi pemuda Wakatobi untuk melirik wanita idaman.

Selain Menkokesra Agung Laksono, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, dan bupati daerah Wakatobi, jajaran perwira TNI AL, pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta dari Departemen Kesehatan. Sementara dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tampak hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yan Megawandi, beserta pejabat di Dinas Komunikasi dan Informatika.

Saat lounching Wakatobi – Belitong 2011 tersebut, Fedel Muhammad menyampaikan rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Rencananya Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mendirikan sekolah internasional untuk konservasi kelautan di Wakatobi.

“Sekolah itu diharapkan menjadi institusi yang menghasilkan lulusan handal di bidang konservasi kelautan. Sehingga kepulauan Wakatobi dapat menjadi pusat konservasi dunia untuk ekosistem laut, khususnya terumbu karang,” kata Fadel, Sabtu (16/7/2011).

Sementara Nur Alam Gubernur Sulawesi Tenggara mengatakan, Pulau Wakatobi merupakan surga nyata bawah laut di jantung segitu karang dunia. Terdapat empat tujuan kegiatan dari Sail Wakatobi – Belitong, pertama menggalang keterpaduan dalam pemanfaatan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, menjadikan Wakatobi dan Belitung sebagai destinasi wisata nasional dan internasional.

“Adapun tujuan ketiga, menciptakan the best sailing passage. Sedangkan yang terakhir menjadikan potensi kelautan dan perikanan di Sulawesi Tenggara dan Bangka Belitung sebagai sumber pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Berbagai rangkaian kegiatan digelar dalam Sail Wakatobi – Belitong 2011, diantaranya Operasi Bhakti Surya Baskara Jaya, seminar nasional dan internasional, pemeran UKM, lintas nusantara remaja, pemuda bahari  dan produksi perikanan dan kelautan. Terdapat dua kapal TNI AL yang diturunkan untuk mendukung Operasi Bhakti Surya Baskara Jaya. Sejumlah kapal tersebut yakni, KRI Dr Suharso,dan KRI Makasar telah siap di Pelabuhan Wanci.

Sebanyak 200 para medis menjadi awak KRI DR Suharso. Tenaga medis tersebut dipersiapkan untuk memberi pelayanan dan penyuluhan kesehatan kepada 600 warga Wakatobi yang telah mendaftarkan diri. Sementara KRI Makasar mengangkut 361 peserta lintas nusantara remaja dan pemuda bahari yang berasal dari utusan dari perguruan tinggi, siswa SMA, anggota Pramuka dan pemuda karang taruna.

Tujuan & Tema Kegiatan

Tujuan Kegiatan

  • Menggalang keterpaduan dalam pemanfaatan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  • Menjadikan Bangka Belitung sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional
  • Menciptakan The Best Sailing Passage
  • Menjadikan potensi kelautan dan perikanan di Bangka Belitung sebagai sumber penghidupan rakyat dan sumber pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Tema Kegiatan

Pulau lengkuas

” Clean the ocean for future live “

Peserta Sail ikuti festival layang-layang dan makan bedulang

Tanjungpandan, Masih dalam rangkaian kegiatan Sail Indonesia 2010, dihari ke-3 penyelenggaraan Sail Indonesia para yachters mengikuti kegiatan city tour ke kota Tanjungpandan. Perjalanan dimulai dengan mengunjungi museum Tanjungpandan, dilanjutkan dengan Festival Layang-Layang yang dipusatkan di kawasan pantai Tanjungpendam, tidak ketinggalan kesenian hiburan rakyat juga turut meramaikan acara diantaranya atraksi pencak silat, lesong panjang dari desa sungai padang, dan penampilan kuda lumping warok budoyo.

Panitia Festival Layang-Layang Sofwan, AR saat ditemui kru Humas Pemkab Belitung mengatakan, sebanyak 17 peserta lokal telah mendaftar untuk mengikuti festival layang-layang, disusul 15 peserta yang berasal dari luar daerah diantaranya berasal dari Jakarta, Medan, Surabaya, Makasar dan Bandung.

Ini kali ketiga keikutsertaan festival layang-layang dalam penyelenggaraan Sail Indonesia. Untuk juri sendiri terdiri dari 3 orang, yakni Ketua Museum Layang-Layang Indonesia ibu Endang W Puspoyo, dan dua lainnya merupakan juri lokal.

Kriteria penilaian mencakup ide/kreatifitas, keserasian, keseimbangan dan kemampuan terbang. Untuk tehnik perlombaan sendiri para peserta lokal diadu dengan peserta lokal lainnya sedangkan untuk peserta dari luar daerah akan bertanding sesama peserta dari luar daerah ungkap Kadin Disbudpar, Drg.Dian Farida dalam laporannya.

Kedatangan para yachters yang berkendara menggunakan sepeda ontel dari museum menuju Tanjung Pendam disambut penampilan pencak silat Persinas (Perguruan Silat Nasional) Asat (aman, sehat, anugerah dan damai). Pencak silat ini merupakan gabungan dari seni bela diri cimande, cikalong, kuntau dan syahbandar. Perguruan silat ini telah tersebar di 33 provinsi Indonesia dengan Ketua umum Bridjen Agus Susanto sedangkan di Kabupaten Belitung sendiri diketuai oleh Eka Yuliansyah.

Pada pertunjukan kali ini sebanyak 10 orang pemain yang terdiri dari anak-anak pelajar yang tampil dengan percaya diri dihadapan Bupati Belitung, Ir.H.Darmansyah Husein, Wakil Bupati Belitung, Sahani Saleh, S.Sos, segenap pejabat daerah, para peserta sail dan undangan lainnya.

Para pemain menunjukkan kebolehannya bersilat dengan diiringi alunan musik khas. Pemandangan ini cukup menarik perhatian para yachters yang tampak serius melihat pertunjukan yang sedang berlangsung. “Di Belitung sendiri perguruan ini telah berdiri selama hampir 3 tahun lebih. Ini kali pertama kami terlibat dalam Sail Indonesia, ungkap Eka.

Tidak hanya itu pemandangan lain yang mengesankan juga terjadi di sekitar kawasan pantai tanjung pendam, yang mana tampak matahari berbentuk cincin melingkar indah diseputaran lokasi festival. Hal ini mengundang ketakjuban setiap mata yang hadir dan ingin menyaksikan pemandangan langkah ini.

Sementara Bupati Belitung Ir.H.Darmansyah Husein dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para peserta sail. “Welcome to Belitung island and enjoy it, “ungkap Darmansyah. Mudah-mudahan pada penyelenggaraan Sail Belitung 2011 mendatang beliau-beliau ini akan kembali datang memeriahkan acara.

Pembukaan festival juga ditandai dengan penyerahan layang-layang secara simbolis oleh ketua umum museum layang-layang Indonesia kepada Bupati Belitung didampingi Wabup. Bupati dan wabup juga sempat berfoto bersama dengan para peserta sail di belakang layang-layang panjang bertuliskan Belitung island. Pengumuman pemenang langsung diumumkan pada sore harinya usai pertandingan dilaksanakan.

Adapun pemenang untuk kategori luar daerah diraih oleh peserta no 33 Eva Panjaitan dari Jakarta, disusul peserta no 41 Junaidi dari Jakarta, dan peserta no 31 Elly Leidayasi asal Jakarta sebagai juara ketiga.

Sedangkan untuk kategori dalam daerah diraih peserta asal Tanjungpandan, yakni juara I diraih Sunardi dengan nilai 751, juara 2 Miskiadi dengan nilai 739, dan juara 3 Vani dengan nilai 738. Sedangkan untuk juara harapan I diraih para peserta asal Tanjungpandan yakni, Harapan I Jumadin, Harapan II Samadi dan Harapan III Sahni.

Disela-sela acara festival layang-layang, bupati juga sempat berbincang dengan para peserta, tidak ketinggalan para peserta sail tampak asyik berdialog dan berfoto dengan pengunjung. Mereka tampak antusias dan terkesan melihat beragam bentuk layang-layang dengan berbagai bentuk dan gambar yang unik dan lucu. Ada yang berbentuk ikan, cumi-cumi raksasa, burung, gambar badut, barong bali dan bertuliskan Belitung island.

Layang-layang kecil juga tampak berkilauan indah menari-nari diatas langit mengeliling seputaran kawasan pantai Tanjungpendam.  Usai mengikuti festival layang-layang, para peserta sail bertolak menuju Rumah Adat Belitung guna mengikuti prosesi makan bedulang sebagai cara makan tradisional yang merupakan bagian dari  rangkaian kegiatan sail Indonesia 2010.

Suasana makan bedulang taka kalah meriah apalagi para peserta dan undangan dihibur alunan musik keroncong melayu yang tak jarang membuat para peserta sail reflek untuk berjoget datau sekedar meliukan badannya. Sebelumnya kedatangan para yachter dan undangan disambut tarian selamat datang dan ritual makan sirih.

Pada acara makan bedulang, para undangan disuguhi makanan yang terhidang dalam nampan tertata piring-piring kecil berisi lauk pauk berupa sate ikan, daging serati bumbu ketumbar, onseng-onseng dan sambal serai, ditengahnya ada semangkuk gangan darat pelengkap lauk pauk.  Untuk cuci mulut terhidang kue bingke dan dodol agar ditambah segelas teh tawar.

Setelah makan dan puas berfoto para peserta melanjutkan perjalanan menuju pemandian alam tirta marundang indah untuk berenang.

Penulis:

Humas Setda Kab. Belitung

Sumber:
Humas Setda Kab. Belitung

Rally perahu 2011

Sail Wakatobi Belitong percepat pembangunan daerah

Jakarta – Sail Wakatobi-Belitong 2011 (SWB) secara resmi tadi malam, selasa (07/06) telah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) Agung Laksono yang juga sebagai Ketua Panitia Pengarah Sail Wakatobi-Belitong 2011 dengan didampingi oleh Ketua Panitia Nasional Sail Wakatobi-Belitong yang juga sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammmad di gedung  Minabahari III Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Dalam konfrensi persnya dengan seluruh media nasional, menkokesra mengatakan bahwa pelaksanaan sail wakatobi-belitong ini merupakan upaya dari pemerintah pusat yang berkerjasama dengan pemerintah daerah guna mempercepat pembangunan daerah dimana dengan pelaksanaan event seperti ini bisa menarik investor asing sekaligus memperkenalkan beragam budaya dan potensi wisata yang dimiliki oleh wilayah tersebut dalam hal ini daerah wakatobi dan bangka belitung.

“Kegiatan atau event seperti ini tujuannya yakni memperkenalkan potensi wisata yang kita miliki kepada wisatawan asing atau negara lain sehingga wakatobi dan bangka belitung bisa menjadi destinasi wisata bertaraf internasional” ujar menkokesra

Dikesempatan yang sama fadel muhammad menyebut bahwa launching merupakan media untuk menyebarluasan informasi perhelatan akbar bertaraf internasional SWB kepada masyarakat luas baik  didalam maupun diluar negeri.

“Pelaksanaan SWB 2011 akan dipusatkan di dua lokasi yaitu wakatobi sulawesi tenggara dan Belitung provinsi kepulauan bangka belitung memiliki empat tujuan yakni menggalang keterpaduan dalam pemanfaatan potensi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjadikan wakatobi dan belitong menjadi destinasi wisata nasional dan internasional, menciptakan the best sailing passage, dan yang terakahir menjadikan potensi KP Sulawesi Tenggara dan Bangka Belitong sebagai sumber penghidupan rakyat dan sumber pembangunan daerah yang berkelanjutan,” jelas Fadel.

Ditambahkan lagi dalam SWB kali ini mengangkat tema “clean ocean for the future” dengan enam kegiatan utama, yaitu yacht rally and yacht race, operasi Bhakti Surya Baskara jaya, seminar nasional dan internasional, lintas nusantara remaja dan pemuda bahari, dan pameran UKM dan produk perikanan.

Dalam konfrensi persnya, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana ali mengatakan Bangka Belitung sudah mempersiapkan segala suatunya SWB dengan sangat baik.

“moment seperti ini sangat berharga dalam melakukan percepatan pembangunan daerah dan juga mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah” jelas Gubernur.

Ditambahkan lagi bahwa pelaksanaan SWB di Bangka Belitung akan dilaksanakan bulan Oktober dengan berbagai macam kegiatan diantaranya yang unik adalah kegiatan catur bawah laut yang diharapkan dapat tercatat dalam gueness book record .

Diakhir acara  kegiatan launching tersebut juga menampilkan beberapa tarian daerah baik tarian dari daerah provinsi kepulauan bangka belitung dan tarian dari daerah sulawesi tenggara. Adapun tarian yang ditampilkan dari bangka belitung yakni tarian zapin rampak dan Bahtera Mas sedangkan tarian yang ditampilkan dari Sulawesi Tenggara yakni tarian Wa Ode Wau dan satu lagu daerah Dandimu Madupa.

Dalam kegiatan Launching Sail Wakatobi-Belitong 2011 tadi malam tampak hadir unsur Muspida dari kedua provinsi yakni unsur muspida provinsi kepulauan bangka belitung dan unsur muspida provinsi sulawesi tenggara dan anggota DPRD dari kedua provinsi. (cdr/media center)