Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Sebuah bukti penentu nyanyian Nazaruddin

Tim penjemput Nazaruddin yang dipimpin Brigjen (Pol) Anas Yusuf membeberkan isi tas milik M Nazaruddin yang sempat dititipkan kepada Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Michael Menufandu.

Tim membuka tas tersegel itu di hadapan publik dalam jumpa pers yang berlangsung di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Minggu (14/8/2011) dini hari. Jumpa pers tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan KPK, Busyro Muqoddas, Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, M Jasin, dan Haryono Umar beserta Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Sutarman.

“Diadakan penyitaan (terhadap tas itu), kita buka isinya, disaksikan Pak Dubes. Semua didaftar satu-satu, isinya apa, dimasukkin lagi di tas, disegel lagi,” kata Anas.

Berikut isi tas Nazaruddin yang akan menjadi sejumlah alat bukti penyidikan itu : 1 buah BlackBerry Torch warna hitam tanpa tutup belakang lengkap dengan Micro SD merk Sandisk 4 GB dan kartu SIM Movistar (dari operator seluler Amerika Latin). 1 unit BlackBerry Bold 9700, tanpa tutup belakang, lengkap dengan Micro SD 2 GB 1 unit Nokia C5 silver dengan kartu SIM Viettel (operator seluler dari Vietnam) 1 unit Noke E7, warna hitam.

1 flashdisk Sonny Vaio, 4GB warna hitam. 1 buah power chrystal merk MiLi beserta kabel datanya 1 buah jam tangan hitam merk Patek Philipe yang kaca depannya pecah 1 charger BlackBerry warna hitam, 1 Tiket elektronik atas nama Syarifuddin dari Cartagena menuju Bogota, 5 lembar kartu nama,.

Dua gepok uang. Gepokan pertama dengan ikatan bertuliskan Bank BCA berupa pecahan 100 dollar AS sebanyak 100 lembar. Bundel kedua diikat kertas putih dalam pecahan 100 dollar AS sebanyak 100 lembar. Total uang 20.000 dollar AS.

1 Dompet coklat Luis Vuitton berisi lima lembar pecahan 100 dollar AS, dua lembar pecahan 50 dollar AS, 8 lembar pecahan 10 dollar AS, dan empat lembar pecahan 50.000 peso Kolombia.

Setelah diperlihatkan isinya, tas tersebut disegel kembali di hadapan publik. Nazaruddin merupakan tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Palembang. Setelah buron hampir 3 bulan, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu tertangkap di Cartagena, Kolombia, dan dipulangkan ke Indonesia. Kini, Nazaruddin menjadi tahanan Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Tim Penyidik Gabungan

Untuk memastikan proses penyidikan terhadap bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin berjalan tanpa intervensi, ide membentuk tim penyidik gabungan layak dipertimbangkan.

Menurut pakar hukum tata negara Irmanputra Sidin, gagasan itu akan memastikan bahwa penyidikan berjalan independen, termasuk ketika harus memeriksa aparat internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga tersangkut kasus Nazaruddin.

Hal itu diperlukan karena harus diakui bahwa KPK merupakan bagian persoalan menyangkut Nazaruddin. “KPK bagian dari masalah. Bukannya mulai dari penyidik, juru bicara, deputi, sampai pimpinannya pernah bertemu Nazaruddin?” sebut Irman, Sabtu (13/8).

Menurut Irman, gagasan itu memungkinkan secara teknis tata negara, semisal seperti yang terjadi di militer dengan adanya koneksitas. Jika Nazaruddin yang tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games itu dijemput dari Kolombia oleh tim gabungan, tak tertutup kemungkinan jika tim penyidiknya pun gabungan.

Hal itu dimungkinkan, terlebih jika ada dorongan publik agar KPK melibatkan unsur lain dalam penyidikan Nazaruddin. Misalnya saja, untuk menghindari resistensi, polisi disertakan sebagai bagian tim penyidik. “Ibaratnya, makanannya tetap menu KPK, cuma kokinya gabungan,” sebut Irman.

Nazaruddin kabur ke luar Indonesia sejak 23 Mei 2011. Dari lokasi persembunyiannya, Nazaruddin mencuatkan soal pembagian uang hasil proyek pembangunan wisma atlet yang melibatkan, antara lain, anggota DPR dari Partai Demokrat.

Nazaruddin juga menguak kembali kasus politik uang yang terjadi saat Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung dan proyek pusat olahraga di Hambalang dengan tudingan mengarah kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Penanganan kasus suap wisma atlet oleh KPK pun disebut Nazaruddin telah diintervensi oleh kekuatan politik dengan kompensasi Wakil Ketua KPK Chandra Marta Hamzah dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja akan dijadikan sebagai pimpinan KPK periode mendatang.

Ingin Carter Pesawat Sendiri

Muhammad Nazaruddin ditangkap di Bandara Rafael Nunez, Cartagena, Kolombia 6 Agustus 2011 lalu.

Proses pemulangannya ke Indonesia menjadi perhatian besar publik Indonesia. Akhirnya, pada Kamis tanggal 11 Agustus 2011 pukul 17.15, tersangka korupsi pembangunan wisma atlet itu diterbangkan dari Bandara El Dorado, Bogota ke Jakarta dengan pesawat yang dicarter pemerintah Indonesia.

“Nazaruddin tidak mau naik carteran tim penjemput. Ia juga tudak mau naik pesawat komersial. Bahkan, ia menawarkan untuk menyewa pesawat sendiri,” katanya.

Sampai Ke Mako Lagi Pukul 01.50

Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet Sea Games 2011 kembali datang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, sekitar pukul 01.50 dini hari setelah diserahkan dari tim gabungan penjemputnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Juru Bicara Markas Komando Brimob, Ajun Komisaris Besar Polisi, K. Budiman mengatakan sejauh ini keadaan Nazaruddin dalam keadaan sehat dan petugas sudah melengkapi surat-surat penahanan.

“Seperti yang kita lihat, pagi ini suda masuk menempati blok B, beliau dalam keadaan sehat, dan petugas Rutan sudah melengkapi surat-surat yang ada kaitannya dengan penahanan,” ujarnya di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/8/2011).

Budiman juga mengatakan, Nazaruddin sejauh ini belum didampingi tim kuasa hukumnya. “Tadi belum ada yang mendampingi kecuali dari tim KPK, Bareskrim dan petugas yang bersangkutan,”tambahnya.

Saat ditanyai wartawan tentang bentuk perlakuan penahanan Nazaruddin, Budiman mengatakan akan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku. “Kalau penjagaan walaupun ada atau tidak ada Nazaruddin pasti sesuai prosedur berkunjung, tidak ada perlakuan istimewa, yang datang harus dicatat, keperluannya apa dan arus ada ijin dari penyidik,” jelasnya.Budiman menggambarkan ruangan tahanan untuk Nazaruddin seluas 4×4 meter yang didalamnya berisikan satu tempat tidur, dan satu lemari kecil serta satu sofa. Untuk saat ini, Lanjut Budiman, Nazaruddin hanya menggunakan pakaian yang melekat dibadannya, maka dari itu penyidik akan menyiapkan peralatan pribadi untuk Nazaruddin.”Sekarang hanya baju di badan, memakai kaos kerang unggu dan untuk keperluan sholat, mandi masih kosong, nanti akan menyusul,”pungkasnya

Masuk Rutan Mako Brimob

Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games 2011, kembali datang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, pada Minggu dini hari, sekitar pukul 01.50, setelah diserahkan dari tim gabungan penjemputnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Juru Bicara Markas Komando Brimob Ajun Komisaris Besar K Budiman mengatakan, sejauh ini Nazaruddin dalam keadaan sehat dan petugas sudah melengkapi surat-surat penahanan.

“Seperti yang kita lihat, pagi ini sudah masuk menempati Blok B. Beliau dalam keadaan sehat, dan petugas Rutan sudah melengkapi surat-surat yang ada kaitannya dengan penahanan,” ujarnya di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/8/2011).

Budiman juga mengatakan, Nazaruddin sejauh ini belum didampingi tim kuasa hukumnya. “Tadi belum ada yang mendampingi kecuali dari tim KPK, Bareskrim, dan petugas yang bersangkutan,” tambahnya.

Saat ditanyai wartawan tentang bentuk perlakuan penahanan Nazaruddin, Budiman mengatakan akan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kalau penjagaan, walaupun ada atau tidak ada, Nazaruddin pasti sesuai prosedur berkunjung, tidak ada perlakuan istimewa. Yang datang harus dicatat, keperluannya apa dan arus ada izin dari penyidik,” jelasnya.

Budiman menggambarkan ruangan tahanan untuk Nazaruddin seluas 4 x 4 meter yang di dalamnya berisikan satu tempat tidur dan satu lemari kecil serta satu sofa. Untuk saat ini, lanjut Budiman, Nazaruddin hanya menggunakan pakaian yang melekat di badannya. Maka dari itu, penyidik akan menyiapkan peralatan pribadi untuknya.

“Sekarang hanya baju di badan, memakai kaus kerah ungu, untuk keperluan shalat dan mandi masih kosong, nanti akan menyusul,” pungkasnya.

Sumber : berbagai sumber