SINGAPURA sukses mendapatkan julukan sebagai negara yang kaya wisata belanja. Kini, Singapura semakin mengukukuhkan posisi sebagai tujuan wisata kesehatan.

Thailand sukses memimpin pasar wisata kesehatan Asia. Ini seiring banyaknya orang asing datang mencari layanan kesehatan berbiaya rendah dan akses perawatan yang mudah.

Tercatat pada 2007, hampir 1,4 juta orang dari Uni Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat datang ke Thailand untuk berobat. Apalagi di internet, calon pasien bisa menimbang biaya dan pelayanan yang dibebankan.

Beberapa pelayanan yang ditawarkan, seperti operasi rumit dan perawatan kecantikan. Juga, program kesehatan alternatif, seperti spa, pengobatan China, dan perawatan tradisional India.

Belakangan, Singapura pun mulai menyusul prestasi Thailand. Program wisata kesehatan yang dimiliki cukup kompetitif dari segi harga ditambah pelayanan yang ditangani oleh pakar di bidangnya.

“Pariwisata, sebagian kalangan menganggapnya erat dengan harga. Namun di Singapura, kalau Anda merasakan pariwisata, terutama wisata kesehatan kami, Anda akan ditangani oleh pakar-pakar kesehatan kami,” kata Dr Keng Mun Wong selaku Managing Director T32 Dental Center ketika ditemui okezone di 1 Orchad Boulevard Lantai 17 Camden Medical Center, Singapura, baru-baru ini.

Dr Wong menambahkan, awalnya banyak pasien memilih datang ke Bangkok, Thailand untuk memeriksakan gigi. Namun, ia menandaskan bahwa ketika pasien datang ke tempat pemeriksaan gigi di Singapura, maka mereka datang ke pakar yang tepat.

“Datang ke sini, maka Anda akan merasakan perbedaan kami dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Selain pelayanan kesehatan memadai, Singapura dikatakannya mengandalkan teknologi tinggi sebagai salah satu komponen pelayanan kesehatan yang ingin terus dikembangkan. Sebagai contoh fasilitas implant surgery dan CT Scan yang dimiliki T32 Dental Centre untuk mengajak pasien datang berkunjung.

Menawarkan jaminan pelayanan, tentu saja ada harga yang disesuaikan. “Kami fokus pada expertis, jadi kami bisa bersaing dalam hal harga. Jadi siapapun yang datang ke Singapura, kami menjual dengan harga kompetitif yang bahkan mungkin lebih murah daripada kota lain,” tambah spesialis prostodontis dari University of Washington, USA, ini.

Harga kompetitif dibuktikan Dr Wong lewat aturan tidak adanya perbedaan harga pada pasien-pasien T32 Dental Centre. Tujuannya, wisata kesehatan Singapura semakin mengglobal.

“Yang buat kami unik, harga yang diberikan sama. Bukan karena Anda dari Indonesia kemudian kami memberikan harga lebih murah atau sebaliknya. Perhatian kami juga sama. Kami tahu orang Indonesia bisa pergi ke Bangkok untuk mencari treatment gigi, karenanya kami kompetitif, dalam hal teknologi, juga soal harga. Ini langkah kami untuk globalisasi dan internasional,” jelasnya.

Sejauh ini, Dr Wong mengatakan, pasien T32 Dental Centre asal Indonesia menempatkan porsi 5 persen dari keseluruhan jumlah pasien. “Saya harap kisaran ini bisa meningkat, mungkin 30-50 persen,” tandasnya.