2.1 Wilayah Pembangunan

Sejak Pelita IV perwilayahan Indonesia di bagi menjadi 5 wilayah pembangunan utama, dan rencana  jangka panjang sampai tahun 2000 yang lalu telah dikembangkan menjadi 15 wilayah pembangunan utama. Tujuan penetapan perwilayahan pembangunan utama ini adalah sebagai alat strategis dalam meningkatkan pembangunan nasional maupun pembangunan regional Propinsi dan regional Kabupaten/Kota.

Secara umum system perwilayahan pembangunan nasional yang ditetapkan menjadi 5 wilayah pembangunan utama tersebut adalah:

–          Satuan Wilayah Pembangunan Utama A dengan Pusat Medan

–          Satuan Wliayah Pembangunan Utama B dengan Pusat Jakarta

–          Satuan Wilayah Pembangunan Utama C dengan Pusat Surabaya

–          Satuan Wilayah Pembangunan Utama D dengan Pusat Ujung Pandan

–          Satuan Wilayah Pembangunan Utama E dengan Pusat Ambon

Wilayah kepulauan Bangka Belitung termasuk dalam wilayah Pembangunan Utama B dengan pusat Jakarta yang meliputi juga wilayah Jambi,Sumatera Selatan,Bengkulu,Lampung,DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Kalimantan Barat.

2.2 Wilayah Administratif

Kota Pangkalpinang merupakan bagian dari wilayah Propinsi Bangka Belitung dengan luas wilayah terkecil yaitu hanya 118,4 KM². Meskipun demikian tingkat kepadatan penduduknya berada pada urutan tertinggi. Daerah ini dikepalai oleh seorang Walikota yang secara administratif dibantu oleh Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah yang membawahi tiga orang Asisten. Sampai dengan akhir tahun 2009 wilayah Kota Pangkalpinang terdiri dari 35 Kelurahan dan 1 Kelurahan persiapan yang tersebar di lima kecamatan.

2.3 Pemerintahan

Dalam menjalankan roda pemerintahan kota Pangkalpinang tentunya di perlukan sumber daya manusia yaitu Pegawai Negeri Sipil yang tersebar di berbagai unit organisasi kepemerintahan. Sampai dengan akhir tahun 2009 tercatat jumlah pegawai di kantor Pemerintah Kota Pangkalpinang  sebanyak 58 orang orang dan di kecamatan sebanyak 246 orang. Di samping itu juga tercatat sebanyak 794 orang pegawai di dinas dinas, 283 orang pegawai kosentrasi , 673 orang pegawai UPT ( UPT Daerah dan UPT Dinas), tenaga guru sebanyak 1569 orang, pegawai departemen 839 orang, dan pegawai pemerintah BUMD/BUMN sebanyak 4851 orang.

Keberhasilan pembinaan administrasi kelurahan dapat di lihat dari perkembangan tipe kelurahan yang semuanya telah berstatus swasembada (35 kelurahan).

3.1 Penduduk

Jumlah penduduk kota Pangkalpinang tahun 2009 berdasarkan data BPS Kota Pangkalpinang  adalah sebanyak 160.451 jiwa. Angka tersebut diperoleh dari angka proyeksi hasil survey (SUPAS –  Survei Pertengahan Antar Sensus) terhadap data SP (Sensus Penduduk) sebelumnya. Jumlah penduduk merupakan salah satu variable sebagai dasar perhitungan Dana Alokasi Umum (DAK)

Laju pertumbuhan penduduk kota Pangkalpinang dari tahun 2000 ke tahun 2009 adalah sebesar 2,47 persen, cukup tinggi untuk wilayah urban/perkotaan. Dengan laju pertumbuhan yang tinggi tanpa disertai perluasan wilayah yaitu seluas 118,4 km² maka kepadatan penduduk juga semakin meningkat. Tingkat kepadatan penduduk di Kota Pangkalpinang berada pada peringkat  tertinggi dibandingkan daerah-daerah otonomi lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jika dilihat kepadatan penduduk menurut kecamatan maka kecamatan Taman Sari merupakan Kecamatan dengan kepadatan tertinggi sedang Kecamatan Gerunggang yang terjarang penduduknya.