Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Bateng telah mengeluarkan 64 IUP di Kabupaten Bateng

Walaupun Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) belum menetapkan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat), hingga 2012 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bateng telah mengeluarkan 64 IUP (Izin Usaha Pertambangan) bagi pelaku usaha pertambangan di Kabupaten Bateng. IUP yang dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) tersebut diterbitkan berdasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 39 Tahun 2011 tentang pengelolaan penambangan mineral.

Kepala Distamben Bateng, Ari Yanuar Prihatin ST,  mengatakan dari 64 IUP yang dikeluarkan pihaknya tersebut jenisnya beragam sesuai dengan yang diajukan oleh pihak perusahaan kepada Distamben.
“WPR kita memang belum ditetapkan karena saat ini masih digodok untuk menjadi Perda. Dalam menerbitkan IUP, yang menjadi dasar hukum kita adalah Perda Noimor 39 Tahun 2011. IUP yang telah kita terbitkan kepada 64 perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Bateng itu terdiri dari IUP eksplorasi, ekspolitasi dan produksi,” ujarnya.
Dari 64 IUP yang telah diterbitkan tersebut, diungkapkan Ari, dimiliki oleh beberapa perusahaan di antaranya PT BBTS sebanyak 21 IUP, PT Serumpun Sebalai sebanyak 16 IUP, PT Timah Tbk sebanyak 8 IUP, MPS sebanyak 4 IUP, MSP sebanyak 2 IUP, Sarana Marindo sebanyak 2 IUP dan BTUS, Dua Sekawan, Teluk Kijang, Permata Mustika Lumbung MA masing-masing sebanyak 1 IUP. “Kalau untuk IUP non logam dimiliki oleh PT Walie Tampas sebanyak 2 IUP, TBA dan MKM masing-masing 1 IUP,” paparnya.

Dari semua IUP yang telah diterbitkan pihaknya tersebut, Ari mengatakan semuanya untuk jenis pertambangan darat dan tidak ada pertambangan laut. Seluruh IUP yang telah diterbitkan itupun menuturkan akan dievaluasi kembali. “Jumlah 64 IUP yang kita terbitkan tidak semuanya clean and clear, jadi harus kita evaluasi kembali. IUP yang kita keluarkan itu seluruhnya untuk sistem penambangan darat. Sementara, penambangan di laut belum pernah kita keluarkan karena di Bateng ini belum pernah ada sistem penambangan di laut. Dulu pernah PT Timah mau masuk pertambangan laut di Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, dengan menggunakan kapal isapnya. Tetapi, karena masyarakat menolak akhirnya tidak kita keluarkan. Padahal saat itu baru mau mengecek saja dan belum melakukan kegiatan eksploitasi,” tandasnya.

Sumber : Radar bangka