Jakarta – TAMBANG. Saat 6 KKKS migas asing menemui kenyataan pahit karena eksplorasi laut dalam di Indonesia tidak membuahkan hasil, Genting Oil & Gas Ltd justru melaporkan penemuan cadangan gas sebesar 2,3 triliun kaki kubik (tcf) di Sumur Asap, Blok Kasuari, Papua. Cadangan tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$14 miliar, dan berpotensi untuk ditindaklanjuti dengan pembangunan pabrik petrokimia.

“Satu KKKS yang bertahan adalah Genting Oil, yang menjadi operator di Blok Kasuari. Kami bersyukur karena ditemukan cadangan dengan nilai mencapai US$14 miliar,” Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini membeberkan kemarin (28/5), di Jakarta.

Ia pun menjelaskan bahwa cadangan yang ditemukan tersebut terbilang sangat besar. Nantinya, cadangan gas tersebut akan diarahkan untuk pemenuhuan kebutuhan industri petrokimia di Indonesia bagian Timur. Pasokan gas tersebut diharapkan dapat menggantikan pasokan gas dari Blok Tangguh, yang dialokasikan untuk gas alam cair (LNG).

“Itu ternyata setelah dievaluasi ada cadangan sebesar 2,3 tcf dan itu cukup besar untuk membangun apakah petrokimia atau LNG. Namun kelihatannya, akan diarahkan ke pabrik petrokimia, supaya di Timur Indonesia ada pabrik petrokimia. Kita kan sudah punya di Aceh, Bontang, dan satu lagi di Timur. Syukurlah kita dapat gas di situ,” jelasnya.

SKK Migas juga memperkirakan pasokan gas baru ini akan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan Papua. Plan of Development (POD) untuk proyek tersebut sendiri belum diajukan oleh perusahaan migas asal Malaysia tersebut, namun diharapkan tahun depan segera dapat beroperasi.

“Mudah-mudahan tahun depan, dan lusa bisa ajukan POD karena sekarang belum ajukan. Sekarang mereka baru tahap eksplorasi,” ucap Kepala SKK migas itu.