CEPU – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik mengharapkan pembahasan seputar BBM Bersubsidi dapat selesai akhir Juni ini. ketidakpastian besaran kenaikan harga BBM Bersubsidi akan sangat tidak produktif namun demikian mengambil keputusan kenaikan BBM Bersubsidi perlu pemikiran yang mendalam dan menyeluruh, karena memberikan dampak yang besar kepada masyarakat khususnya masyarakat menengah kebawah.

” Kalau bisa pembahasan BBM dapat selesai sebelum akhir bulan Juni. menaikkan BBM adalah kewenangan pemerintah jadi tidak perlu lagi izin DPR, tetapi untuk kompensasinya, bantuan kepada rakyat miskin memerlukan konsultasi dengan DPR,” ujar Menteri ESDM usai mewisuda 375 mahasiswa Akamigas Cepu, Rabu, (30/5/2013).

Kompensasi untuk rakyat menengah bawah sangat diperlukan karena mereka yang sangat terkena dampak kenaikan harga BBM. “Jika dinaikkan BBMnya, pasti ada dampak inflasi dan itu akan berdampak kepada rakyat miskin yang kurang mampu, inilah yang harus diproteksi,” ujar Wacik

Jadi lanjut Menteri masyarakat untuk sabar menunggu keputusan pemerintah. saat ini pemerintah dan dan DPR sudah menyetujui kenaikan harga BBM namun pemerintah berkeinginan, saat kenaikan harga BBM dilaksanakan, bersamaan kompensasi kepada masyarakat yang kurang mampu didistribusikan, hal demikian dilakukan untuk mengurangi dampak ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu.

Kenaikan harga BBM Bersubsidi diterapkan pemerintah untuk menekan subsidi BBM di APBN yang hampir mencapai Rp 300 triliun. 300 triliun dana APBN tersebut habis “dibakar” yang semestinya dapat dipergunakan untuk program-program lain yang lebih dapat dirasakan oleh masyarakat. “Berdasarkan survei yang dilakukan UI dan UGM, ternyata yang menikmati subsidi BBM itu 77% orang yang mampu jadi kesimpulannya subsidi salah sasaran, kita ingin mensubsidi orang yang kurang mampu tetapi yang dapat subisidi orang yang mampu,” ujar Menteri ESDM, Jero Wacik beberapa waktu lalu dalam acara Apakabar Indonesia Malam di sebuah stasiun televisi nasional