3. EH_0073
Jakarta-TAMBANG. Kewajiban melakukan pengolahan dan pemurnian mineral mentah di dalam negeri yang akan dijalakan pada 12 Januari 2014 mendatang. Membawa angin segar bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang teknologi pabrik pengolahan dan pemurnian, serta teknologi pendukungnya.

Selain Cina dan Australia, belakangan perusahaan peralatan layanan dan penyedia solusi dalam teknik proses industri asal Jerman, Endress+Hauser Group, juga terlibat aktif guna menyasar pelaku usaha tambang mineral di Indonesia.

Sales Director PT Endress Hauser Indonesia, Yanto Chandra mengaku di tahun ini pihaknya gencar melakukan pendekatan kepada sejumlah pelaku usaha tambang mineral. Hal ini, guna mendukung pelaku usaha untuk memberikan solusi teknologi pendukung pabrik pengolahan dan pemurnian.

Sebab sejak 1991, PT Endress Hauser Indonesia lebih banyak menyasar industri kimia dan petrokimia, minyak dan gas, industri energi, dan industri kertas.

Terkait dengan rencana pemberlakuan kewajiban melakukan pengolahan dan pemurnian mineral mentah di dalam negeri, Yanto mengatakan, kini sudah ada 8 pelaku usaha baik plat merah maupun swasta yang menyatakan komitmenya ,untuk menggunakan teknologi pendukung prabrik pengolahan dan pemurnian dari PT Endress Hauser Indonesia.

“Salah satu teknologi yang pelaku usaha tambang mineral minati adalah teknologi laju aliran pemisahan mineral,” ungkap Yanto kepada Majalah TAMBANG.

PT Endress Hauser Indonesia merupakan bagian dari Endress+Hauser Group yang didirikan di Jerman. Endress+Hauser sendiri adalah pelopor global dalam bidang peralatan pengukuran, layanan dan penyedia solusi dalam teknik proses industri.

Endress+ Hauser Group sendiri memberikan berbagai layanan dan solusi pengukuran, otomasi dan optimalisasi proses industri berbagai sektor, seperti industri kimia dan petrokimia, minyak dan gas, industri energi, metal dan mineral, hingga industri kertas.

Di 2012, Endress+Hauser Group telah memproduksi lebih dari 5300 produk teknologi yang telah dipatenkan.

Yanto optimis, dengan diberlakukannya kewajiban melakukan pengolahan dan pemurnian mineral mentah di dalam negeri, akan meningkatkan penjualan teknologi yang ditawarkan PT Endress Hauser Indonesia.

Hal ini juga di dukung dengan kondisi perekonomian Indonesia yang baik, diiringi dengan market yang bagus.

“Endress+ Hauser memiliki teknologi maju dalam menghasilkan produk, sistem dan layanan yang dirancang guna mengoptimalkan produktivitas proses industri yang dibutuhkan pelaku industri,” ucapnya.

Selain memiliki kualitas dan teknologi yang maju, President Director Endress Hauser Indonesia, Rajesh Malhotra menambahkan, produk Endress+ Hauser juga hemat energi. Sebab, Endress+ Hauser selalu mengutamakan efesiensi penggunaan energi dan keamanan produksi.

“Endress+Hauser memahami kebutuhan manufaktur di Indonesia yang sedang bertumbuh, dengan menyediakan berbagai instrumentasi analitik untuk meningkatkan produktivitas industri,” ujar Rajesh Malhotra.

Seperti diketahui, dalam pasal 170 UU No 4 Tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM tahun 7 Tahun 2012 dan No 11 Tahun 2011, Pemerintah meminta pemegang IUP dan IUPK operasi produksi wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri. Peningkatan nilai tambah tersebut sudah harus diterapkan pada 12 Januari 2014.

Sumber : Majalah Tambang