2. Jodigas
BALI – Staf Ahli Menteri Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis, IGN Wiratmaja mewakili Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik membuka secara resmi konferensi transparansi data gas ke 3 (Rumah 3rd Gas Data Transparency Conference). Konferensi yang diselenggarakan di Bali tersebut berlangsung sejak hari ini, Selasa 4 Juni hingga 5 Juni 2013 dihadiri tidak kurang 107 peserta dari 35 negara.
“ Saya mewakili Pak Menteri membuka acara JODI Gas Conference yang mengatur pertukaran data gas. JODI ini untuk Indonesia sangat penting sekali karena kebijakan energy kita saat ini banyak menggunakan minyak akan kita switch ke gas kenapa, karena produksi minyak kita hanya 840 ribu barel per hari sedangkan yang kita konsumsi sekitar 1.5 juta per barel per hari, jadi hampir setengahnya kita masih impor,” ujar Staf Ahli Menteri, IGN Wiratmaja usai membuka secara resmi. Selasa (4/6/2013).
Sebaliknya, lanjut Wiratmaja, produksi gas kita saat ini sekitar 7750 mmscfd dan hampir setengahnya kita ekspor karena domestik belum mampu menyerapnya. Kita merupakan Negara produsen dan konsumen gas yang besar didunia.
Kenapa JODI Gas itu penting sekali, karena menurut Wiratmaja, gas yang kita ekspor komitmennya adalah jangka panjang, sehingga ada kemungkinan kita impor gas dari Negara lain yang harganya lebih murah. “ Data dari JODI ini sangat penting sekali bagi kita karena kita hidup di dunia internasional tidak boleh melanggar komitmen-komitmen yang sudah disepakati,” ujar Wiratmaja.
JODI merupakan suatu inisiatif yang dihasilkan dari forum komunikasi informal antara negara produsen dan konsumen minyak yang dijajagi diselenggarakan sejak 1991. Tujuan yang ingin dicapai pada prinsipnya adalah meningkatkan stabilitas supply-demand energi dunia melalui antara lain transparansi informasi pasar minyak mentah dunia dalam rangka mengurangi volatilitas harga dan meningkatkan akses data energi negara produsen dan konsumen utama energi.
Keterlibatan Indonesia ke dalam JODI dimulai sejak Indonesia masih tergabung dalam OPEC dan sebagai vocal point adalah Direktorat Jenderal Migas. Pada bulan oktober 2004 Indonesia pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tahunan JODI di Bali. Setelah Indonesia keluar dari OPEC pada tahun 2009 peran aktif Indonesia dalam mengirimkan data melalui patner organisasi yaitu APEC dan sebagai vocal point adalah Pusdatin ESDM. Pengiriman data JODI dilakukan pada tanggal 10 di setiap bulannya.