Pencarian pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ8501 yang hilang terus dilakukan. Terdapat 162 penumpang di dalam pesawat dan sebagian besar adalah warga Indonesia.

air asia hilang

Sejauh ini, berikut beberapa fakta penting:

  • Pesawat AirAsia penerbangan QZ8501 hilang kontak di sekitar Teluk Kumai pukul 06.17 WIB dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura, kata Basarnas.
  • Airbus A320-200 membawa 162 orang ketika hilang di laut.
  • Pesawat sempat diminta untuk mengubah rute terbang karena cuaca buruk, kata AirAsia.
  • Penumpang AirAsia: Indonesia 155 orang, 1 Singapura, 3 Korea Selatan, 1 Prancis, 1 Malaysia dan 1 dipastikan warga negara Inggris
  • Telepon darurat untuk kerabat dan keluarga penumpang adalah +622129270811.

Kepala basarnas Bambang Sulistyo mengatakan dalam pencarian AirAsia, “Kita kerahkan seluruh kekuatan kita dan potensi dari TNI, Polri dan bantuan masyarakat, termasuk para nelayan.”

“Besok kita terima bantuan dari Malaysia, ada tiga kapal dan tiga pesawat, Singapura menawarkan satu pesawat, Australia juga menawarkan.”

Setelah 11 jam kehilangan kontak dengan pesawat QZ8501, pencarian udara dihentikan malam ini karena buruknya jarak pandang dan buruknya cuaca. Masih belum ada kepastian apa yang terjadi pada pesawat itu.

Pilot meminta untuk mengubah arah pesawat untuk menghindari badai namun tidak ada permintaan bantuan.

Kewarganegaraan penumpang:

1 Singapura

1 Malaysia

3 Korea Selatan

1 Inggris

149 Indonesia

Kewarganegaraan awak:

1 Prancis

6 Indonesia

Tony Fernandez mengatakan, “Saya terharu dengan dukungan besar khususnya dari rekan penerbangan. Inilah mimpi terburuk saya. Tapi tidak boleh menyerah.”

“Untuk semua staf AirAsia, tetaplah kuat, tetaplah menjadi yang terbaik. Doa terus. Lanjutkan upaya terbaikmu untuk semua tamu kita. Sampai jumpa segera.

“Sebagai CEO grup, saya akan mendampingi di tengah masa sulit ini. Kita akan melewati masa sulit ini bersama dan saya akan mencoba menemui sebagian besar dari Anda.”

“Prioritas kita adalah menjaga kerabat dari staf dan penumpang kami. Kami akan melakukan yang terbaik.”

Angkatan udara Indonesia mengatakan dua pesawat telah diterbangkan untuk menyisir area Laut Jawa, terutama di barat daya Pangkalan Bun, di provinsi Kalimantan – sekitar setengah rute perjalanan.

Juru bicara angkatan udara Hadi Cahyanto mengatakan: “Cuaca berawan dan wilayah dikelilingi laut. Kami sedang melakukan pencarian sehingga kami tidak ingin berspekulasi tentang apa yang terjadi pada pesawat.”

“Presiden Jokowi mengadakan Konferensi Pers di Papua terkait hilang kontaknya pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya – Singapura.”

“Presiden Jokowi telah menginstruksikan Basarnas,KNKT,TNI & Polri untuk bersama ikut mencari AirAsia QZ8501#Konpres”

“Presiden mendoakan agar seluruh kru dan penumpang pesawat AirAsia QZ8501 bisa ditemukan dlm keadaan selamat

141230021830_airasia_624x351_basarnas

Memasuki hari ketiga, lokasi pencarian AirAsiayang diperluas mencakup wilayah diluar rute penerbangan QZ8501.

Wilayah pencarian masih di sekitar Pulau Belitung dan Kalimantan Barat, dengan dibagi 13 sektor bertambah dari hari sebelumnya yang hanya mencapai tujuh sektor.

Negara-negara tetangga dan juga AS, Prancis dan Australia bergabung dalam pencarian di atas laut Jawa.

Pesawat Airbus A320-200, mengangkut 162 orang, hilang sejak Minggu (28/12) sesaat setelah terbang dari Surabaya menuju Singapura.

Kontak terakhir dengan pilot ketika dia meminta kepada petugas menara pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control ATC untuk menghindari awan.

Pejabat Indonesia mengatakan menara pengatur lalu lintas udara menyetujui satu permintaan, yaitu dengan memberikan persetujuan terhadap permintaan kedua, agar pesawat dapat menaikkan ketinggian dalam waktu dua sampai tiga.

Tidak ada respon dari pesawat, yang kemudian diketahui hilang dari radar. Tidak ada jejak yang ditemukan dalam dua hari pencarian.

Sementara di Surabaya, wartawan BBC News Clive Myrie melaporkan sejumlah keluarga dan kerabat penumpang masih terus menunggu kabar kepastian nasib keluarga mereka.

Pesawat mengangkut 137 penumpang dewasa, 17 anak-anak dan satu orang bayi, serta dua pilot dan lima kru.

Sebagian besar penumpang adalah warga Indonesia, tetapi ada satu orang warga Inggris, satu Malaysia, satu orang Singapura dan tiga Korea Selatan.

Info : BBC Indonesia