Tag

, , , , , , ,

 

Asia Pulp & Paper (APP) Group mengakuisi PT OKI Pulp & Paper Mills ( OKI )  sebagai bagian dari rencana ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi secara bertanggung jawab.  Hal ini merupakan langkah penting bagi  APP agar dapat terus memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat serta memperkuat kontribusi Indonesia terhadap perdagangan global.

Pabrik OKI memperoleh ijin produksi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dan  ijin terkait Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL), untuk kapasitas produksi pulp sebesar 2.000.000 ton per tahun.
Pabrik akan memulai produksi pada tahun ini pada skala produksi yang rendah dan akan meningkat secara bertahap sesuai dengan permintaan pasar dan ketersediaan bahan baku.

Perlindungan hutan alam merupakan salah satu dari empat pilar penting dari FCP yang telah dilaksanakan oleh APP dan pemasoknya sejak Februari 2013. Tujuannya adalah untuk melindungi dan melestarikan hutan alam, memastikan APP dan seluruh pemasok hanya akan mengembangkan area yang bukan merupakan lahan hutan, sesuai dengan hasil identifikasi dalam penilaian Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT) secara independen, dengan mengintegrasikan penerapan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa / FPIC) dan sistem Resolusi Konflik Sosial. Kami telah bekerja keras untuk mewujudkan pasokan kayu untuk pabrik kami yang 100% berasal dari hutan tanaman industri (HTI).

Walaupun pabrik baru di OKI akan meningkatkan kapasitas produksi APP secara signifikan, komitmen kami terhadap FCP tetap lebih penting daripada meningkatkan volume produksi kami. Kami mengambil langkah-langkah berikut untuk memastikan bahwa kami akan mampu mencapai produksi optimal dengan tetap mempertahankan komitmen yang dibuat di FCP, antara lain:

1. Meningkatkan produktivitas dan hasil HTI kami: Kami sedang berupaya meningkatkan hasil HTI pemasok kami melalui peningkatan pengendalian hama dan penyakit. Selain itu, kami berusaha mengurangi angka kematian dan pemborosan serta meningkatkan efisiensi dalam metode panen kami dengan menggunakan teknik mekanisasi.

2. Penelitian spesies baru: APP telah memulai penelitian bersama Euroconsult Mott MacDonald  untuk mengidentifikasi spesies tanaman alternatif yang dapat memberikan hasil yang lebih baik dan tumbuh dengan baik di lahan gambut basah. Beberapa spesies tanaman telah diprioritaskan untuk penelitian ini  dan percobaan lapangan dijadwalkan akan segera dimulai.

3. Menggabungkan hutan rakyat ke dalam rantai pasokan kami sesuai dengan peraturan dan pedoman pemerintah: Kami berencana untuk memperkuat inisiatif hutan rakyat dalam rantai pasokan kami. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk mengadopsi kearifan lokal, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar konsesi kami, melalui wanatani (agroforestry), antara lain dengan tehnik tumpangsari antara tanaman HTI termasuk kayu pulp , tanaman dengan nilai ekonomi tinggi dan peternakan hewan; serta mengurangi risiko terjadinya degradasi hutan dan kebakaran

4. Mencari sumber serpih kayu (woodchips) dari pemasok global: Jika langkah-langkah di atas masih terbukti tidak cukup, maka APP akan mempertimbangkan untuk membeli serpih kayu dari pemasok global yang memenuhi persyaratan kami sesuai dengan Kebijakan Pengadaan dan Pengolahan Serat Kayu yang Bertanggung Jawab.

Intinya adalah, tidak ada keraguan sama sekali bagi kami bahwa komitmen kami dalam FCP harus selalu didahulukan. Mulai berproduksinya pabrik OKI tidak akan mempengaruhi komitmen kami.

Terkait lahan gambut, APP saat ini sedang menunggu petunjuk dari Pemerintah Indonesia dan Badan Restorasi Gambut mengenai kebijakan dan peraturan baru terkait pengelolaan dan restorasi area yang mengalami kebakaran di tahun 2015. Hal ini sejalan dengan komitmen kami terhadap Praktek Terbaik Manajemen Lahan Gambut

Kami terus menekankan bahwa APP tidak akan pernah berkompromi atau meninggalkan komitmennya dalam menerapkan FCP, karena kebijakan tersebut merupakan bagian dari perjalanan APP untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab baik untuk APP maupun untuk seluruh sektor kehutanan di Indonesia.

Selesai

Latar Belakang Pabrik OKI

PT. OKI Pulp & Paper Mills dibangun di Kabupaten Ogan Komering Ilir di Palembang, Sumatera Selatan, dan dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan yang terdepan yang ada saat ini. Pabrik OKI akan memiliki sumber energi yang mandiri dan bersih, yang berasal dari sisa/buangan proses produkasi pulp dan gasifikasi kulit kayu.

Pabrik ini dirancang untuk memenuhi standar industri tertinggi terkait emisi; khususnya , pabrik telah dirancang  sesuai dengan kriteria Petunjuk Kontrol Polusi dan Pencegahan Terpadu (Integrated Pollution and Prevention Control Directive / IPPC Directive) milik Uni Eropa. Pabrik OKI akan menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebijakan kami adalah memberikan prioritas pada tenaga tenaga lokal yang berada di Sumatra Selatan, sejalan dengan rencana Gubernur Sumatera Selatan untuk meningkatkan lapangan kerja dan mengembangkan ekonomi lokal.

Kontributor : Dody Iskandar

Sumber : http://www.asiapulppaper.com

 

Iklan