Tag

, , , , , , , , ,

TOLAK UPAH MURAH DAN OUTSOURCHING BAGI BURUH INDONESIA

Palembang, 1 Mei 2017

Aksi buruh selalu menjadi berita hangat seluruh dunia termasuk di Indonesia dimana sampai saat ini masalah buruh selalu tidak ada ujungnya ini dikarenakan sampai saat ini standar hidup layak belum bisa tercapai. Isu utama setiap tahun yang bisa dianalisa diantaranya :

1. Tolak Upah murah.

Upah murah selalu menjadi perdebatan panjang yang melibatkan bipartit yaitu pengusaha , pemerintah dan buruh karena standar hidup layak di tiap kota akan berbeda sesuai dengan kemampuan daerah tersebut.

Ketiga elemen ini harus duduk bareng dan melakukan diskusi agar semua bisa berjalan dimana pemerintah mengeluarkan aturan, buruh bekerja dengan baik dan pengusaha membayar keringat buruh dengan wajar dan bisa meningkatkan kesejahteraan buruh.

2. Outsourching

kata ini sering dipakai sebagai buruh kontrak dimana akan dipekerjakan oleh pengusaha hanya untuk waktu tertentu biasanya untuk pekerjaan proyek yang tidak jangka panjang. Yang menjadi permasalahan adalah kebutuhan buruh yang jangka panjang yang menyebabkan mereka merasa tidak nyaman dengan sistem kontrak.

Tidak semua buruh masuk dalam Outsourching  karena memang untuk pekerjaan proyek memerlukan sdm yang besar berhubungan dengan waktu pengerjaan yang singkat tetapi untuk buruh yang sudah jadi karyawan biasanya sudah tidak dalam status kontrak karena fungsi pekerjaannya dalam suatu perusahaan.

3. Standar hidup layak

Kata ini saya munculkan karena hidup layak bagi buruh masih jauh dari cukup ini dikarenakan banyak pengusaha hanya menerapkan UMP / UMK /UMR dan dianggap lajang bagi pekerja dimana ketika mereka berkeluarga dan mempunyai anak serta kebutuhan lain akan menjadi minus penghasilannya karena kebutuhan jauh lebih besar dibanding penerimaannya.

Solusi yang bisa dilakukan adalah :

  • regulasi  serta evaluasi perusahaan ketika karyawannya yang awalnya lajang menjadi berkeluarga harus ada pertimbangan untuk penambahan income bagi pekerjanya.
  • menyediakan fasilitas tambahan misalnya dengan softloan bagi karyawannya yang ingin memiliki perumahan / yang ingin memiliki usaha di rumah sehingga secara langsung akan berdampak meningkatnya semangat buruh untuk bekerja
  • Pengusaha bersama dengan pemerintah khususnya bidang ketenaga kerjaan untuk bisa memberikan tambahan pengetahuan secara berkelanjutan bagi buruh dengan demikian mereka akan berusaha pula bekerja lebih baik dan dengan kemampuan yang terus berkembang akan meningkatkan penghasilan juga karena pengusaha melihat hasil yang diraih sesuai dengan keinginan perusahaan.

Selama belum adanya peningkatan dalam upah buruh maka setiap tahun akan selalu terjadi aksi buruh seperti ini dan inipun tidak bisa dihibdari karena sudah diatur juga dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang kebebasan mengeluarkan pendapat baik secara lisan ataupun tulisan.

Kontributor :  Dody Iskandar SH

 

Iklan