MEDIA SOSIAL

PEMASARAN MELALUI MEDIA SOSIAL, KARAKTER , BUZZING MANAJEMEN,MANAJEMEN TIM SERTA REPORTING DI MEDSOS.

La Moriansyah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia
Jl. Karet Hijau No.11A, Kel. Beji Timur Kec. Beji, Kota Depok 16422
medsos-01-780x520_c

Abstrak

Penggunaan Media Sosial berkembang sangat pesat di Indonesia, sehingga para pemasar menggunakan media sosial sebagai salah satu alat pemasaran. Banyak penelitian atau riset yang meneliti tentang pemasaran melaui media sosial (Social Media Marketing). Untuk lebih mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial, motivasi atau alasan para pemasar dan hasil yang bisa diraih melalui pemasaran media sosial harus dapat dijelaskan. agar dapat mengembangkan strategi-stragi pemasaran lainnya. Kajian ini bersifat kajian literatur dengan meninjau dari penelitian -penelitian yang sudah ada dengan fokus analisa adalah antecendents dan consequences

dari pemasaran melalui media sosial (Social Media Marketing). Metode yang digunakan adalah studi literatur dari 23 penelitian pada periode 2010-2015, dan penulis mengajukan model penelitian dari Social Media Marketing. Dijelaskan juga mengenai Media Sosial dan beberapa pertanyaan penelitian untuk dikembangkan dipenelitian masa mendatang.

Kata kunci: Media sosial, pemasaran melalui media sosial, alat komunikasi pemasaran

PENDAHULUAN

Pengguna media sosial berkembang dengan pesat di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia. Bagi individu, motivasi menggunakan media sosial adalah mencari
informasi, berbagi informasi, hiburan, relaksasi,dan interaksi sosial (Whiting dan
Williams. 2013). Bagi organisasi atau perusahaan,media sosial banyak digunakan
sebagai media atau alat untuk melakukan komunikasi pemasaran.

Landasan Konstitusional 

Pasal 28 huruf F UUD 1945 ( hasil Amandemen )

“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya , serta berhak untuk mencari memperoleh , memiliki , menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia “

model tentang Social Media Marketing dan beberapa penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan :

Media Sosial

Kaplan dan Haenlin (2010) mendifinisikan Media Sosial adalah suatu grup
aplikasi berbasis internet yang menggunkan ideologi dan tehnologi Web 2.0, dimana
pengguna dapat membuat atau bertukar informasi pada aplikasi tersebut. Beberapa
media sosial yang sangat digemari dan memiliki jutaan pengguna di Indonesia adalah
Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Blog, dan lainnya. Sosial media memungkinkan pengguna untuk melakukan komunikasi dengan jutaan pengguna lainnya (Williams dkk. 2012). Bagi para pemasar hal ini merupakan suatu potensi dan kesempatanyan g sangat besar untuk digunakan sebagai salah satu alat komunikasi pemasaran

customer engagement,

secara tidak langsung pelanggan ikut serta melakukan komunikasi pemasaran
untuk perusahaan. Sosial media memungkinkan pengguna untuk melakukan
komunikasi dengan jutaan pengguna lainnya (Williams dkk. 2012). Menyatukan
Brands dan konsumen dalam media sosial saat ini semakin berkembang dan media sosial lainnya terus bertambah, misalnya Path dan Instagram. Aplikasi media sosial tersebut digunakan pemasar sabagai alat komunikasi yang terintegrasi dengan alat komunikasil ainnya sehingga hubungan dengan konsumen dapat terus dipertahankan.

Viral Marketing,

Viral marketing merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki media sosial dibandingkan dengan media tradisional. Menurut Wigstrom dan Wigmo (2010), Viral marketing adalah membuat pesan pemasaran atau advertising yang bertujuan untuk disebarkan melalui online word of mouth (WOM). Berbagi informasi, seperti foto, video, atau artikel, yang sebelumnya dilakukan pada Web Sites tertentu, pada saat ini sudah bermigrasi ke media sosial (Hutton dan Fosdik. 2011).
Perbedaan medasar antara viral marketing dan online WOM adalah tidak hanya persepsi atau opini terhadap suatu produk atau perusahaan yang disebarkan dalam viral marketing, akan tetapi lebih terfokus pada berbagi pesan pemasaran yang merepresentasikan suatu brand. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi iklan di media sosial agar mendapat sikap positif dari para pengguna media sosial, yaitu informatif, menghibur, self-brand congruity, dan peerinfluence (Taylor dkk. 2011). Penelitan tersebut juga menjelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi secara negatif sikap konsumen terhadap iklan pada media sosial, yaitu invasiveness dan privacy concern

Buzz Marketing,

buzz marketing mengunakan WOM untuk menyebarkan pengalaman,
opini, atau informasi konsumenmengenai brand atau perusahaan kepada
sesama pengguna media sosial (Wigstromdan Wigmo. 2011). Pada penelitian tersebut
juga dijelaskan buzz marketing terbagi menjadi dua jenis yaitu, konsumen ke konsumen atau buzzer ke konsumen. Buzzeradalah brand ambasaddor atau orang yang tunjuk perusahaan untuk mewakili perusahaan tersebut. Salah satu alasan pelanggan bergabung pada media sosial adalah untu kberbagi pengalaman kepada pengguna lain(Hu tton dan Fosdick. 2011). Orang yang memberikan rekomendasi online berupa kilasan tentang produk atau pengalamansetelah menggunakan produk disebut influencer, sedangkan orang yang mencari rekomendasi online disebut adopter. Para pemasardapat menggunakan p eran para opinion leader untuk melakukan komunikasi pemasaran kepada target konsumen, karena rekomendasi
dari mereka lebih dipercaya oleh pengguna media sosial (Katona, Zubcsek,
Sarvay. 2011). Luasnya exposure di media sosial, pemasar hanya mendapatkan sedikit kontrol dari komunikasi pemasaran tersebut.

Terdapat beberapa faktor yang membuatpara pe ngguna media sosial untuk
memberikan online word of mouth, diantaranya adalah interpersonal connectivity,
social influence, product involvement, dan sikap terhadap online word of mouth (Akrimi dan Khemakem. 2012). Online word of mouth merupakan alat komunikasi pemasar yang potensial, akan tetapi terdapat juga resiko bagi pemasar yang harus dihadapai para pemasar dari online word of mouth, yaitu rekomendasi online yang bersifat negatif. Berita negatif dapat menghancurkan reputasi suatu perusahaan atau sebuah brand, dimana berita negatif lebih cepat tersebar diabanding berita positif.
Peer Influence, Meningkatkan hubungan interpersonal merupakan tujuan
dari media sosial. Media sosial teridiri dari hubungan antar individu yang menjadi
suatu jejaring yang berhubungan. Dengan cara saling bertukar informasi dan melakukankomun ikasi antar individu atau didalam group akan membuat antar individu atau grup menjadi lebih dekat (Taylor dkk.2011). Menurut Wang, Yu,dan Wei (2012) peer communication dapat mempengaruhi sikap dan perilaku terhadap produk atau brand. Dalam media sosial pengguna yang rekomendasinya sering atau dipercaya oleh penggguna media sosial yang lain disebut influencer atau opinion leader. Para pemasar dapat menggunakan peran para opinion leader untuk melakukan komunikasi pemasaran kepada target konsumen, karena rekomendasi dari mereka lebih dipercaya dan dapat mempengaruhi jejeringnya atau peer influence (Katona, Zubcsek, Sarvay. 2011).

Online Community,

Menurut Krautdan R esnick, online community adalah suatu virtual arena dimana setiap orang bersama-sama dengan yang lain untuk berbicara, bertukar informasi, belajar, bermain, atau hanya untuk berkumpul. Brand community pada media sosial juga merupakan salah satu dari jenis online community.Brand community yang berbasis di media sosial merupakan kumpulan pelanggan yang memiliki ketertarikan atau kesukaan yang sama pada suatu brand atau perusahaan (Luo dkk. 2015). Dari survei yang dilakukan oleh Huston dan Fosdick (2011), sebanyak 60% dari pengguna media sosial yang bergabung dalam komunitas suatu brand, menggunakan produk dari brand tersebut. Komunitas suatu brand dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu komunitas yang dibentuk oleh brand tersebut dan komunitas yang dibentuk oleh para pelanggan. Menurut Lou dkk (2015), suatu komunitas brand dapat memberikan co-creation value terhadap brand tersebut. Dimana sebagian besar anggota komunitas merupakan konsumen dari suatu brand yang sama.

  1. Apa peranan tim media sosial di organisasi anda ?
  2. Apa arah strategi tim media sosial anda?
  3. Di mana tim media sosial anda akan berkedudukan?
  • Peran tim media sosial
    Pertama-tama, kamu perlu menentukan tujuan – mengapa kamu memerlukan tim media sosial? disini kamu perlu mendefinisikan tujuan, mengapa jejaring sekaligus tim media sosial perlu ada di organisasi kamu. Meskipun kamu mungkin mengerti mengapa media sosial penting saat ini, kamu perlu menuliskan penjelaskan mengapa kamu membutuhkan tim tersebut. Kalau sosial media merupakan suatu hal yang baru di organisasi mu nantinya tulisan tersebut akan menjadi rujukan untuk meninjau kebutuhan tim media sosial..
  • Arah strategi tim media sosial
    Sekarang kamu sudah tau, kenapa organisasi kamu membutuhkan sebuah jejaring media sosial, saatnya untuk mengatur strategi media sosial kamu. Ini akan membantu kamu menyesuaikan tim media sosial dengan tujuan organisasi, dan juga akan membantu kamu menentukan KPI* tim – indikator serta metrik apa yang akan menentukan bagaimana penilaian KPI tim sosial media di organisasi kamu.. untuk mendukung target capaian kamu, setidaknya kamu harus punya satu strategi yang jelas untuk setiap tim. Misalnya, kamu memutuskan membentuk tim sosial media di organisasi mu dengan komposisi satu tim media sosial utama yang melayani urusan branding, sementara terdapat pula tim media sosial lain yang ditempatkan untuk memenuhi layanan terhadap audience
  • Kedudukan tim media sosial
    Sekarang kamu sudah membuat strategi sosial, saatnya untuk memutuskan di mana tim media sosial ini akan berkedudukan – berkerja dalam organisasi kamu. Akankah tim ini duduk di bawah bagian Humas? Informasi? Kerjasama? IT? Eksternal? Atau tim ini akan duduk sebagai tim mandiri yang terhubung ke semua tim lain dalam organisasi? sebetulnya tidak lah salah jika kamu menempatkan tim sosial media di bagian yang mungkin “tidak sesuai” karena menurut gw pribadi, perkerjaan tim tentu akan tetap sesuai dengan strategi yang ada. Namun dalam hal ini sebaiknya kamu harus menyesuaikan posisi dari tim sosial media sesuai dengan strategimu, karena dengan menempatkan tim sosial media di koridor yang tepat, strategi tim mu juga akan dengan mudah dicapai karena koridor yang match akan mempermudah perkerjaan tim, khususnya dalam hal koordinasi, hal teknis, penyediaan konten, serta informasi.

*Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional <- dapet dari googling

Struktur Tim Media Sosial

Tim sosial media bisa saja memiliki susunan struktur kerja yang “komplit”, hal ini tentu tergantung pada di mana kamu bekerja (semakin besar suatu organisasi maka semakin besar dan banyak juga cakupan kerja dari tim publikasinya) dan juga pada faktor anggaran hehe. Terlepas fakta tersebut, umumnya ada 5 peran utama yang dibutuhkan dalam tim sosial media, yaitu:

  • Digital designer: Dalam situs sumber, hal ini disebut paling pertama karena penulisnya merasa posisi ini sering diabaikan.. bener gak tuh? , katanya si penulis “Saya telah melihat banyak tim sosial media bergantung pada lembaga eksternal atau sumber daya eksternal lain untuk kebutuhan desain,  dan tidak menempatkan peran kunci ini di dalam tim (maksudnya di dalam tim sosial media itu sendiri)”. Memiliki desainer internal merupakan aspek yang sangat berharga: mereka akan bertanggung jawab untuk menciptakan aset visual atau aplikasi sosial untuk kampanye-posting, sambil mengurus citra di profil sosial kamu seorang digital designer juga akan memastikan bahwa aset visual organisasimu memiliki konsep yang kreatif, menarik dan up-to-date.
  • Social Analyst: Social media analyst akan menganalisis dan memahami dampak dari aktivitas konten dan media sosial yang kamu jalankan, seperti penjualan, SEO (Search  Enggine Optimization), dan pengujian A / B… mungkin fungsi sosial media analyst memang jarang kamu temui di organisasi lokal, karena mungkin organisasimu hanya akan memakai sosial media sebagai sarana untuk share info dan berita.. Lanjut,  sebagian besar analis media sosial disebut sebagai “analis digital”, untuk membedakan  antara analis sosial dan analis web. Terlepas dari hal tersebut, peran sosial analyst memanglah peran yang cukup “make sense” kalau digabungkan dengan peran seorang analis web karena perkerjaannya bisa saling melengkapi. Misal, dengan gabungan antara Social analyst dan Web Analys kamu akan dapat melihat bagaimana hubungan-kontrinbusi dari jaringan sosial terhadap trafik Web, selain itu social analys juga akan memonitor hal-hal uang terkait dengan akun sosial media mu dan juga akun lain-kompetitor..
  • Community Manager: peran Community manager merupakan peran yang berfungsi untuk memelihara komunitas online kamu.. itupun kalau ada hehe. Lingkup kerjanya yaitu membangun dan memelihara hubungan dengan komunitas kamu. Community manager akan memikirkan strategi untuk mendorong keterlibatan anggota komunitas untuk berinteraksi. Community manager juga akan  bertugas untuk memantau dan berpartisipasi dalam percakapan-interaksi yang ada (jika / bila perlu).
  • Care manager: peran care manager sering berada di bawah peran “community manager“, tetapi juga tidak jarang memiliki peran yang terpisah untuk peran layanan pelanggan. mungkin peran care manager hanya dibutuhkan untuk perusahaan aja kali ya, karena peran care manager ialah untuk melayani pertanyaan atau permintaan dari pelanggan, secara gampangnya si kaya customer service tapi media interaksinya memakai akun sosial media..
  • Social media manager: Social media manager akan mengelola dan memanajeri semua peran-peran yang ada di tim kamu. seorang social media manager akan membuat dan mengelola strategi media sosial serta menjamin kelancaran media sosial baik dari faktor yang berada di wilayah internal maupun external..

Reporting di Media Sosial

Pada awalnya, tujuan nomor satu dari sosial media marketing untuk bisnis adalah untuk mengumpulkan banyak pengikut (follower, friends).

Itu ketika tidak ada batasan untuk posting organic reach, dan perusahaan dengan audience sosial terbesar diuntungkan dengan iklan gratis.

Sebelumnya sosial media marketing adalah semua tentang mendapat audience sebanyak-banyaknya, namun sekarang tidak hanya itu.

Sosial media marketing juga tentang menyediakan konten berkualitas yang relevan dengan audience Anda sehingga Anda dapat terlibat dengan mereka sebagai individu dan menarik mereka sebagai customer.

Tetapi untuk benar-benar memberikan audience Anda dengan konten menarik, Anda perlu mencari tahu siapa mereka. Hal ini dapat dilakukan denga melihat report kinerja sosial media Anda yang tersedia secara online.

Artikel ini akan mengupas bagaimana menggunakan data untuk menemukan audience media sosial yang sempurna sesuai dengan keinginan Anda, dan bagaimana melihat laporannya (report) untuk mengetahui konten mana yang banyak terlibat dengan audience Anda.

1.  Demografi

Siapa orang-orang yang berinteraksi dengan Anda di media sosial? Siapa pembaca konten Anda?

Salah satu cara untuk mendapatkan peningkatan luar biasa dalam keterlibatan sosial (social engagement) adalah mengetahui jawaban pertanyaan tersebut, dan membuat konten yang menarik bagi audience Anda.

Berikut adalah beberapa report yang tersedia dan dapat digunakan untuk mencari tahu siapa pembaca konten Anda.

Mari kita mulai dengan Facebook. Facebook memiliki sejumlah informasi tentang penggemar dan pengikut. Salah satu cara untuk mengakses informasi tersebut melalui tab Facebook Insights  yang ada pada fanpage Facebook Anda.

Facebook page Insights

Mari kita mulai dengan Facebook. Facebook memiliki sejumlah informasi tentang penggemar dan pengikut. Salah satu cara untuk mengakses informasi tersebut melalui tab Facebook Insights  yang ada pada fanpage Facebook Anda.

Jika pertama kali Anda menggunakannya, lihat di beberapa data. Selanjutnya, klik tab people untuk melihat data fans dan follower Anda.

Gambar di atas melihat lebih spesisfik pada bagian people engaged.

People engaged menunjukkan demografi yang lebih spesifik tentang orang-orang yang benar-benar terlibat dengan posting Anda.

Data pertama yang akan Anda lihat adalah berbagai usia dan jenis kelamin dari orang-orang yang berinteraksi dengan posting Facebook Anda.

Sebagai contoh, grafik di bawah ini menunjukkan bahwa orang yang berinteraksi dengan Facebook page DigitalMarketer.id ada 37% adalah laki-laki usia 25-34.

FB insight1

Berbagai kelompok umur dan jenis kelamin cenderung berinteraksi dengan konten berbeda.

Itulah mengapa data ini adalah kunci untuk mengetahui audience utama Anda dan membuat posting yang berguna bagi mereka.

Twitter Analytics Tool

Mirip dengan Facebook, Twitter menawarkan audience insight dalam analisis dashboard-nya. Setelah Anda mengakses halaman analisis, arahkan ke tab Followers Anda.

Twitter analytic

Dengan asumsi Anda memiliki follower yang cukup banyak, tab ini memiliki informasi tentang jenis kelamin mereka, pendapatan, pendidikan, dan lainnya. Hal ini akan membantu Anda dalam membuat konten di yang lebih menghasilkan

Google Analytics

Sebagian besar jaringan tidak menyediakan data yang kuat seperti Facebook dan Twitter.

Tetapi jangan khawatir, Google akan membantu Anda. Akses akun Google Analytic Anda dan klik ke Audience > Demographics > Overview.

google-analytics-demographics-overview

Setelah itu, Anda perlu Add Segment, untuk melihat pada Sumber Traffic yang ingin diketahui dalam menemukan demografi, misalnya Pinterest.

add-segment-traffic-sources-google-analytics

2. Lokasi dan Bahasa

Targeting berbasis lokasi adalah cara yang cukup ampuh untuk sosial media marketing.

Mungkin bagi Anda untuk melihat laporan tentang orang-orang di kota, provinsi atau Negara mana yang paling berinteraksi dengan konten Anda, dan kemudian tulis dan distribusikan konten yang menarik ke lokasi untuk respon yang lebih baik.

Halaman Facebook Insights

Kembali ke Facebook Page Insights report, sedikit di bawah informasi umur dan jenis kelamin, Anda akan menemukan data tentang lokasi orang-orang yang terlibat dengan page Anda.

Screenshot_158

Tool Twitter Analytics

Anda akan menemukan informasi lokasi ketika Anda mengakses Twitter Analytics dengan cara yang sama seperti pada laporan sebelumnya, tapi kali ini Anda harus menavigasi ke tab kedua.

twitter-analytics-demographics

Di kolom kanan Anda akan menemukan informasi yang diberikan oleh Twitter di kedua negara dan daerah di mana follower Anda berada.

Google Analytics

Serupa dengan laporan demografi , jika Anda tidak dapat menemukan data lokasi untuk jaringan lain melihat ke Google Analytics. Akses akun Google analytic Anda dan klik  Audience > Geo > Location.

audience-location-google-analytics

Setelah Anda membuat segmen, Google menyediakan data tentang pengguna berdasarkan negara, kota dan benua.

3. Message Sent

Sekarang kita tahu siapa audiens kita, itu ide yang baik untuk berpikir tentang konten yang mereka sukai.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan melihat kinerja media sosial Anda untuk melihat posting mana yang menghasilkan interaksi yang baik dengan audience.

Kemudian gunakan informasi tersebut untuk menentukan strategi digital marketing Anda selanjutnya.

4. Hari dan Jam

Setelah Anda tahu siapa target dan apa yang harus posting, pertanyaan berikutnya kapan waktu yang tepat untuk posting? Grafik Google Trends berikut menunjukkan orang mencari waktu yang tepat untuk posting.

google-trends-when-to-post-search-graph

Namun, waktu terbaik untuk posting konten satu dengan yang lain berbeda.

Itulah mengapa Anda harus melihat laporan ini untuk menemukan waktu yang tepat untuk postingan Anda.

Halaman Facebook Insights

Akses Facebook page Insight Anda lagi, dan klik tab Posts. Di sinilah Anda akan menemukan informasi tambahan tentang fans Anda, seperti kapan mereka sedang online.

Screenshot_157

Meskipun ini tidak menunjukkan kapan Anda mendapatkan paling banyak engagement, grafik tersebut memiliki informasi tentang kapan fans Anda sering online.

Posting konten pada hari dan jam di mana para fans Anda sering online, hal tersebut dapat meningkatkan interaksi konten Anda dengan para audience.

Kesimpulan

Meluangkan waktu untuk menganalisis audience sosial media memungkinkan Anda untuk mengembangkan strategi konten yang lebih condong dengan apa yang mereka butuhkan. Sehingga Anda dapat membuat konten yang lebih menarik dan berinteraksi dengan mereka.

Iklan